Adsense

Showing posts with label Informasi Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Informasi Lainnya. Show all posts

Thursday, December 24, 2015

Unhas Beri Persentase Terbesar Jalur SBMPTN


Wisuda Unhas, Selasa (22/12/2015). UNIVERSITAS Hasanuddin pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2015-2016 ini akan memberi porsi persentase lebih terbesar untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBPMTN) sekitar 50%, yang pada tahun lalu berkisar 35%.


Pada tahun lalu porsi 50% diperuntukkan jalur penerimaan jalur Undangan SNMPTN.
“Kita akan memberi porsi persenase lebih besar penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN tahun ini. Sekarang tinggal menunggu surat keputusan Menteri Ristek dan Dikti,’’ kata Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. ketika mewisuda 955 sarjana di Baruga Andi Pangerang Petta Rani Kampus Tamalanrea, Selasa (22/12).

Upacara wisuda sarjana Unhas, pertama kali dilaksanakan tidak dalam sidang Senat Terbuka Luar Biasa Unhas, menyusul berubahnya status Unhas menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dan kini sudah memiliki senat akademik (SA).
Mengawali wisuda sarjana yang juga dihadiri para orangtua wisudawan di antaranya, Bupati Bone, Dr.Andi Fashar Padjalangi dan Nyonya, mangtan Pembantu Rektor III Unhas Prof.Drs.Med.Noer Nasry Noor MPH, dan Nyonya, serta undangan lainnya, Dwia Aries Tina Pulubuhu menyerahkan ijazah kepada dua wisudawan terbaik masing-masing Risky Nurhikmayani (Biologi-MIPA) yang lulus dengan cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,95 dengan masa studi 3 tahun 3 bulan (eksaktra).
Dari kelompok non-eksakta atas nama A.Muh.Fadhil Wiguna (Akuntansi, Ekonomi) dengan IPK 3,91 dan lama studi 4 tahun 1 bulan.
Rektor Unhas mengatakan, ditinjau dari IPK, pada wisuda kali ini 32,77% wisudawan lulus dengan IPK di atas 3,50. Sebanyak 60,31% lulus dengan IPK di antara 3,00 s.d. 3,50, dan 6,91% lulus dengan IPK di bawah 3,00.
Perolehan IPK yang semakin membaik dari waktu ke waktu menunjukkan, pelaksanaan proses belajar mengajar di Unhas semakin berkualitas.
“Ini sejalan dengan cita-cita institusi ini meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dari waktu ke waktu sampai dicapainya suatu proses pembelajaran yang baik, sebaik yang dibayangkan,’’ kata Dwia.

Ditinjau dari masa studi 17% selesai dalam waktu 4 tahun, 59% dengan masa studi 4-5 tahun, dan 24,1% lulus dengan masa studi 6 tahun.

Dwia juga menjelaskan, sejak Juli 2015 Unhas sudah memiliki statua baru sebagai PTN Badan Hukum. Sejak 1 Oktober 2015 Senat Unhas sudah bertransformasi menjadi Senat Akademik dengan anggota 82 orang, 35% dari total anggota Senat Universitas sebelumnya.

“Saat ini sedang berproses penentuan anggota Majelis Wali Amanat yang diharapkan organ ini paling lambat Januari 2016 sudah terbentuk,’” ujar Dwia, kemudian menambahkan, saat ini Unhas sedang menyusun format organisasi yang mampu mendorong kinerja Unhas dalam pencapaian target-target kinerja PTN BH yang ditetapkan pemerintah.

Khusus mengenai program studi, dari 60 prodi yang ada di Unhas, masing-masing 29 prodi berakreditasi A dan B, 2 prodi baru masih akreditasi C. Unhas akan berusaha keras mencapai 80% prodi ber-akreditasi A sebagaimana ditargetkan pemerintah terhadap PTN BH.

“Saat ini, tiga program studi, Pendidikan Dokter, Kesehatan masyarakat, dan Teknik Sipil dipersiapkan mendapatkan akreditasi internasional dari ASEAN University Network (AUN) pada tahun 2016,’’ ujarnya.

Rabu (23/12) besok, Unhas mewisuda 736 orang alumni Program Pascasarjana, yang terdiri atas 93 doktor, 457 magister, 13 apoteker, 32 profesi dokter gigi, 2 Spesialis Dokter Gigi, 66 profesi dokter, 46 dokter spesialis, dan 27 profesi akuntansi. Salah seorang wisudawan yang dilantik hari ini adalah Anwar Fuady, salah seorang actor/selebriti yang meraih gelar doktor di Fakultas Hukum Unhas.

(Humas Unhas)

Sumber berita : http://sulsel.pojoksatu.id/read/2015/12/22/unhas-beri-persentase-terbesar-jalur-sbmptn/

Monday, December 21, 2015

Kriteria Siswa Penerima Bidikmisi

JAKARTA - Siapa yang tidak mau mendapatkan beasiswa, apalagi beasiswa itu untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Namun dalam proses untuk mendapatkan beasiswa tersebut, ada sejumlah persyaratan yang diminta oleh lembaga bagi calon penerimanya.


Program beasiswa Bidikmisi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) ini, misalnya. Sejak 2010, sudah ratusan ribu beasiswa yang mereka salurkan kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Simak baik-baik persyaratan untuk program Bidikmisi seperti dikutip dari Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi tahun lalu berikut ini (kemungkinan besar untuk tahun 2016 hampir sama) . Siapa tahu, kamu adalah kandidatnya.

1. Calon penerima beasiswa adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK atau siswa sederajat lainnya yang akan lulus pada 2015;

2. Siswa lulusan tahun 2014 yang bukan penerima beasiswa Bidikmisi dan tidak memiliki rapor merah dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi;

3. Usia maksimal 21 tahun;

4. Tidak mampu secara finansial, seperti :
a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM)
b. Siswa yang memegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau semacamnya.
c. Pendapatan kotor dari orangtua bila digabungkan maksimal Rp3 juta per bulan. Itu merupakan pendapatan dalam satu tahun terakhir untuk pekerjaan nonformal/informal, atau
d. Pendapatan kotor dari orangtua yang dibagi dengan anggota keluarga menjadi Rp750 ribu setiap bulannya.

5. Pendidikan orang tua maksimal S1 (STrata 1) atau Diploma 4;

6. Memiliki potensi dalam bidang akademis sesuai dengan rekomendai dari kepala sekolah;

7. Calon penerima beasiswa boleh memilih satu PTN atau PTS, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. PTN, melalui Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN) dan Seleksi Mandiri di satu PTN
b. PTS, dengan seleksi masuk satu PTS.
Semoga berhasil!

(rfa)

Monday, December 7, 2015

3 Program Unggulan Pendidikan Diluncurkan di Indonesia

Liputan6, Jakarta - Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) atau Organisasi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara, resmi meluncurkan 3 program andalannya. 3 Program tersebut yakni Seameo Smart CitySeameo Star Village, danCoffe Table Book.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menjabarkan 3 program unggulan itu. ‎Pertama, Seameo Smart City merupakan program yang memanfaatkan pembelajaran digital, melalui teknologi informasi komunikasi di sekolah yang menekankan kreativitas dan kolaborasi.

"‎Inti program Smart City, kita ingin menanamkan nilai pembelajaran ICT (Information and Communication Technology) di sekolah-sekolah, agar bisa menguasai kurikulum abad ke-21 dengan ICT. Nilai tambahnya bahwa anak-anak didik ketika mengakses internet dapat informasi tentang pendidikan," ujar Anies di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Anies sebelumnya telah meresmikan program Smart City di 81 sekolah di Bandung, Jawa Barat. Sekitar 3 ribu siswa telah mengikuti ulangan melalui jaringan internet.

"Kemendikbud sudah melatih tim ICT di seluruh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan). Jadi akan ada sekolah dengan sistem nilai ICT, dimulai dengan ulangan harian online, semisal di Bandung," tutur dia.‎

Sedangkan program Seameo Star Village, lanjut Anies, yaitu pengembangan model pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Adapun program coffe table bookyakni membangun warisan pendidikan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Asia Tenggara.

Seameo ‎merupakan organisasi internasional yang didirikan pada 30 November 1965. Organisasi ini didirikan untuk mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan, sains, dan budaya di Asia Tenggara melalui jaringan, kemitraan, dan forum antara pembuat kebijakan dan para ahli. Termasuk, promosi pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.

"Seameo ini didirikan di Bangkok pada 30 November 1965, sebelum ASEAN didirikan. Yakni dengan 5 negara yaitu Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Program ini merupakan satu langkah visioner Asia Tenggara yang disatukan lewat pendidikan,"‎ pungkas Anies. (Rmn/Sun)

Sumber : http://news.liputan6.com/read/2335764/3-program-unggulan-pendidikan-diluncurkan-di-indonesia

Saturday, December 5, 2015

Cara Kampus Menyeleksi Penerima Bidikmisi

JAKARTA - Seleksi penerima beasiswa Bidikmisi dilakukan perguruan tinggi. Setiap kampus pun memiliki metode masing-masing dalam seleksi ini.
Biasanya, seleksi penerima Bidikmisi disesuaikan dengan proses penyeleksian calon mahasiswa melalui berbagai jalur masuk seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Mandiri dan Seleksi Perguruan Tinggi Swasta.

Sesuai Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi Tahun 2015 seleksi calon mahasiswa penerima Bidikmisi bagi melalui jalur SNMPTN/SBMPTN dilakukan dengan merujuk terlebih dahulu pada pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, memiliki potensi dan prestasi yang baik dalam akademik. PTN juga memberikan pertimbangan khusus kepada pendaftar yang memiliki prestasi dalam bidang ekstrakurikuler setingkat kabupaten/kota.
Pertimbangan lain adalah, pendaftar Bidikmisi memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Beasiswa Siswa Miskin (BSM). Kampus juga bisa melakukan kunjungan ke alamat pendaftar Bidikmisi sebagai verifikasi fisik atas data yang diberikan pelamar beasiswa ini. Jika ditemukan kondisi yang tidak sesuai, maka pelamar tersebut akan diberi sanksi.
Proses penentuan penerima Bidikmisi ini diterapkan juga pada jalur Seleksi Mandiri dan Seleksi Masuk PTS. Namun, jika ada es lokal yang membutuhkan peserta untuk hadir pada Seleksi Mandiri, maka seluruh biaya baik biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh PTN.

Sumber berita :http://news.okezone.com/read/2015/02/26/65/1110789/cara-kampus-menyeleksi-penerima-bidikmisi

Saturday, November 28, 2015

11 Kampus Indonesia Terbaik


JAKARTA
 - Apa yang menjadi dasar pertimbanganmu saat memilih perguruan tinggi di Tanah Air? Daftar 11 Kampus Terbaik di Indonesia yang dikeluarkan Kemenristek Dikti ini bisa menjadi acuan.

Dirjen Kelembagaan Ristekdikti, Patdono Suwignjo, menjelaskan, saat ini ada 134 perguruan tinggi negeri dan sekira 4.000 perguruan tinggi swasta (PTS). "Karena itulah perlu dibuatkan sebuah peringkat agar ke depannya bisa semakin mendorong perguruan tinggi dalam mengembangkan kapasitas mereka," ujar Patdono di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (17/8/2015).
Perguruan terbaik di Indonesia adalah Institut Teknlogi Bandung (ITB). Kampus teknik tertua di Tanah Air itu unggul dengan skor total 3.743 pada berbagai indikator yang dipakai Kemenristek Dikti.
"Kami menilai kualitas SDM, kualitas manajamen, kualitas penelitian dan publikasi hingga kualitas kegiatan mahasiswa," imbuh Patdono.
Berikut 11 kampus terbaik se-Indonesia, seperti dilansir Kemenristek Dikti.
1. Institut Teknologi Bandung (ITB); skor total 3.743;
2. Universitas Gadjah Mada (UGM); skor total 3.690;
3. Institut Pertanian Bogor (IPB); skor total 3.490;
4. Universitas Indonesia (UI); skor total 3.412;
5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); skor total 3.289;
6. Universitas Brawijaya (UB); skor total 3.217;
7. Universitas Padjadjaran (Unpad); skor total 3.075;
8. Universitas Airlangga (Unair); skor total 3.064;
9. Universitas Sebelas Maret (UNS); skor total 3.035;
10. Universitas Diponegoro (Undip); skor total 2.983; dan
11. Universitas Hasanuddin (Unhas); skor total 2.978.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/08/17/65/1197483/11-kampus-indonesia-terbaik

Tuesday, November 24, 2015

SBMPTN Tahun Depan Gunakan Ujian Berbasis Komputer

JawaPos-Memasuki pergantian tahun, jajaran Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) kian intensif mempersiapkan seleksi masuk mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017. Inovasi mencolok bakal terlihat dalam pelaksanaan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN).
Ketua Umum SBM PTN dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) 2016 Rochmat Wahab menjelaskan, pertemuan-pertemuan anggota MRPTNI sampai sekarang masih bersifat permulaan. “Di antara yang kita bahas adalah kuota mahasiswa baru dan sistem seleksi serta ujian,” katanya di Jakarta, Minggu (22/11).
Untuk urusan kuota, Rochmat mengatakan sampai sekarang belum ditetapkan. Meskipun begitu, kuota diperkirakan naik dibandingkan SBM PTN 2015. Sebab ada penambahan ruang kelas perkuliahan di PTN-PTN baru maupun lama.
Dengan penambahan ruang ini, otomatis kuota mahasiswa baru bisa naik. Tahun ini jumlah kursi mahasiswa baru yang diperebutkan dalam SBM PTN mencapai 100 ribu kursi.
Selain urusan kuota, rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menjelaskan tahun depan MRPTNI bakal melaksanakan piloting (percontohan) ujian SBM PTN berbasis komputer (computer based test/CBT). Dia menuturkan sistem CBT ini sudah mulai dijalankan di sebagian sekolah penyelenggara Ujian Nasional (unas) 2015. “Selama ini ujian SBM PTN dilaksanakan berbasis kertas,” katanya.
Dia mengharapkan melalui pelaksanaan ujian SBM PTN 2016 berbasis komputer, panitia bisa melakukan sejumlah efisiensi. Mulai dari efisiensi anggaran, proses pemindaian untuk penilaian (scoring), dan menekan dugaan kebocoran soal ujian.
Rochmat menjelaskan, tahun depan ujian SBM PTN berbasis komputer sifatnya masih percontohan. Sebab belum semua kampus negeri memiliki infrastruktur komputer untuk pelaksanaan ujian masal itu.
Pada bulan depan, kampus-kampus yang merasa siap menjalankan SBM PTN berbasis CBT diharapkan untuk mengajukan permohonan ke panitia. Setelah itu panitia akan melakukan evaluasi apakah kampus itu benar-benar siap menjalankan ujian SBM PTN berbasis CBT.
Menurut Rochmat ujian SBM PTN dengan menggunakan komputer tentu ada aspek positif dan negatifnya. Namun dia optimis kualitas penyelenggaraan ujian SBM PTN tahun depan minimal setara dengan tahun ini. “Tapi ikhtiar kami tahun depan harus lebih bagus satu strip,” harapnya.
Sementara itu Rochmat juga menjelaskan persiapan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya untuk SBM PTN. Menurutnya, majelis rektor juga membahas teknis persiapan SNM PTN 2016.
Dia menambahkan, rangkaian pendafataran SNM PTN bakal dimulai Februari pekan depan. “Diawali dengan pengisian data nilai siswa oleh sekolah di pangkalan data,” katanya.
Rochmat menjelaskan SNM PTN 2015 sempat diwarnai kegaduhan apakah nilai unas menjadi pertimbangan penilaian. Akhirnya diputuskan bahwa nilai ujian tahunan itu tidak dipakai dalam penilaian SNM PTN 2015.
“Mereka (Kemendikbud, red) saja tidak menggunakan untuk kelulusan, tidak bisa memaksa kita (rektor, red) untuk menggunakan nilai unas,” ungkapnya.
Nah untuk SNM PTN tahun depan, Rochmat berharap tidak ada kegaduhan serupa. Dia menuturkan masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Apakah nilai unas tahun depan tetap tidak mempengaruhi kelulusan siswa kembali atau ada ketentuan baru.
Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menuturkan, penambahan kuota mahasiswa baru memang menjadi isu pengembangan perguruan tinggi negeri tahun depan. “Melalui penambahan kuota itu, diharapkan bisa meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi,” kata dia.
Mantan wakil menteri kesehatan itu menjelaskan, target pemerintah tahun ini adalah APK pendidikan tinggi bisa mencapai 35 persen. Target itu lebih tinggi dibanding capaian APK pendidikan tinggi 2014 sebesar 33 persen. Sementara APK pendidikan pada 2012 hanya 28 persen.
Peningkatan APK pendidikan secara konsisten ini disebabkan oleh penambahan daya tampung di PTN. “Saya berharap tahun depan kuota mahasiswa baru di PTN ada kenaikan. Jumlah pastinya nanti dihitung panitia SNM PTN/SBM PTN,” jelasnya.(wan)

Sumber gambar  : http://img.antaranews.com/new/2013/06/ori/20130618Ujian-SBMPTN-2013-180613-AGR-1.jpg
Sumber berita               :   http://www.jawapos.com/read/2015/11/23/11425/sbmptn-tahun-depan-gunakan-ujian-berbasis-komputer/3

Sunday, November 22, 2015

Cerita Pengamen Depok yang Lulus Masuk Universitas Indonesia

DEPOK, KOMPAS.com — Dodo baru saja turun dari angkot T-19 jurusan Terminal Depok-Terminal Kampung Rambutan. Tiba-tiba saja seorang petugas satpol PP berbadan besar menghadangnya. Petugas lalu membacakan peraturan daerah tentang pengamen.


Ia langsung sadar, hari itu adalah hari naasnya. Pemuda 21 tahun itu sempat berpikir untuk lari, tetapi gitar pinjaman merek Yamaha yang ia tenteng membuatnya berpikir dua kali untuk kabur. 

Ia takut saat melarikan diri, gitar pinjaman yang harganya tidak murah itu akan rusak. Akhirnya, ia memilih pasrah.

Rabu (8/7/2015) pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB, di Jalan TB Simatupang, tepatnya di pertigaan Caglak, Pasarebo, Jakarta Timur, ia dipaksa naik mobil bak terbuka milik satpol PP. 

Ia dan sejumlah pengamen lainnya dibawa langsung ke panti sosial di kawasan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Untuk kali pertama setelah bertahun-tahun mengamen, Dodo diamankan petugas satpol PP.

Setibanya di panti, semua orang yang terjaring razia, termasuk Dodo, didata oleh petugas. Ia ditanya seputar profesinya sebagai seorang pengamen jalanan, mulai dari wilayah operasi, hingga peruntukan uang hasil mengamen. 

Laki-laki bernama lengkap Dzulfikar Akbar Cordova itu menerangkan kepada petugas bahwa ia baru lulus dari SMA Master, Depok, Jawa Barat, dan tengah menunggu hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

"Saya ikut SNMPTN, saya mengamen untuk jaga-jaga bayar kuliah, kalau saya masuk UI," katanya.

Dodo tidak bohong. Pada Kamis (9/7/2015) sore sekitar pukul 17.00 WIB, hasil ujian SNMPTN diumumkan, dan ia merupakan salah satu peserta seleksi. 

Ia memilih Program Studi Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (UI), sebagai pilihan pertama, dan Program Studi Arkeologi, Fakulitas Ilmu Pengetahuan Budaya, UI, pada pilihan kedua.

Tetap ditahan

Namun, informasi yang ia sampaikan kepada petugas tidak dapat menolongnya. Dodo tetap ditahan. Ia ditahan di barak bersama sekitar empat puluh pengamen lainnya. 

Barak tersebut dilengkapi dengan jeruji besi di jendela dan di pintu. Lokasinya berada satu kompleks dengan barak tempat penyandang masalah kejiwaan. 

Ruang geraknya dibatasi bak seorang tahanan. Gitar pinjaman yang ia bawa dirampas petugas.

Beruntung, Dodo masih diizinkan membawa handphone. Ia kemudian memberitahukan kepada teman-temannya bahwa ia ditahan satpol PP. Namun, hari itu, orang-orang yang ia harapkan bisa menolongnya tidak kunjung datang.

Pada Kamis pagi, ia sempat memberi tahu kepada salah seorang petugas perempuan bahwa sorenya akan ada pengumuman SNMPTN. Ia menanyakan kepada sang petugas, apakah ia bisa diberi kesempatan untuk menggunakan komputer yang memiliki akses internet. 

Dodo ingin tahu apakah ia lolos ujian. Petugas itu mengatakan, Dodo boleh menggunakan salah satu komputer di kantor panti. "Iya pakai saja, di kantor ada kok komputer," ujar perempuan tersebut.

Namun menjelang pukul 17.00 WIB, perempuan itu sudah telanjur pulang sebelum memenuhi janjinya. Dodo juga tidak bisa memanfaatkan akses internet dari handphone-nya untuk melihat hasil SNMPTN karena masalah baterai. Ia akhirnya pasrah.

Lulus masuk UI

Selepas maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB, dari grup WhatsApp yang berisi siswa-siswa SMA Master, ia menerima informasi yang menggembirakan. 

Salah seorang anggota grup menginformasikan bahwa ada tiga siswa SMA Master yang lolos masuk perguruan tinggi negeri (PTN), salah satunya adalah Dodo. Ia tercatat lolos masuk Program Studi Ilmu Ekonomi Islam.

Tak lama setelah informasi tersebut beredar, ia mendapat panggilan telepon dari temannya sesama lulusan SMA Master yang lolos masuk UI. 

Temannya itu memberitahukan informasi yang sama bahwa Dodo lulus ujian. Dodo diajak bertemu, dan bersama-sama mengurus persyaratan sebagai calon mahasiswa UI. Temannya itu belum tahu situasi Dodo, dan terkejut mendengar jawabannya. "Gue masih ditangkap satpol PP nih," ujarnya.

Malam itu juga, Dodo sempat memberitahukan kepala barak soal kesuksesannya itu. Ia bertemu sang kepala barak saat hendak menuju masjid untuk menunaikan ibadah shalat tarawih, dengan niat agar sang kepala barak bisa mempermudah kepulangannya. 

"Pak, saya lolos SNMPTN, masuk UI," kata Dodo kepada sang petugas.

Sang kepala barak dengan nada tak acuh hanya menjawab, "Sudah, kamu shalat tarawih saja dulu." Dodo lalu melanjutkan langkahnya ke masjid untuk menunaikan shalat.

Pada Jumat (10/7/2015) siang, Dodo akhirnya dibebaskan setelah dua malam ditahan di panti. Sejumlah guru dari SMA Master, Depok, akhirnya menyambangi Dodo ke panti, dan mengurus segala sesuatu terkait pembebasannya. 

Hari itu juga, Dodo mulai mengurus persyaratan untuk masuk kampus. (Nurmulia Rekso Purnomo)


Sumber :


http://megapolitan.kompas.com/read/2015/07/26/15491251/Cerita.Pengamen.Depok.yang.Lulus.Masuk.Universitas.Indonesia

"Alhamdulillah, Anak Saya Lulus SBMPTN"

JAKARTA - Ucapan syukur spontan dilontarkan dari salah satu orangtua murid yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2013.  
"Alhamdulillah. Anisa Diterima,... Terima kasih atas doanya," tulis ibu itu bahagia, kepada Okezone, melalui BlackBerry Messenger (BBM), Senin (8/7/2013). 


 
Anaknya, Annisa Kharisma Rahmawati, lolos dari lubang jarum SBMPTN 2013, bertarung dengan 585.789  siswa di seluruh Tanah Air. Anaknya, Annisa Kharisma Rahmawati, mendaftar studi ke Universitas Indonesia (Depok) Fakultas Arsitek Interior dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya).
 
"Anaknya girang sekali. Bapaknya juga mengucap syukur dan bertasbih Allahuakbar," tulis Erlina yang belum sempat menjelaskan lulus masuk ke universitas mana. 
 
Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merinci perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerima 10 besar peserta SBMPTN 2013 dengan nilai rata-rata tertinggi adalah bidang saintek. Posisi pertama dan kedua adalah ITB dan Universitas Indonesia (UI). Selanjutnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
 
Sementara di posisi keenam dan tujuh ada Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Kemudian Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan Universitas Islam Negeri Jakarta.
 
Kemudian, kata Akhmaloka, pelajar dengan nilai tertinggi bidang Soshum diterima di Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi, UI.
 
Panitia Pelaksana Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 memastikan total peserta yang lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ini sebanyak 109.853 orang. Sedangkan jumlah pendaftar SBMPTN adalah 585.789 orang. Jika dipersentasekan, maka hanya 18,7 persen peserta yang lulus melaju ke bangku PTN, yang melalui mekanisme ujian tulis.

Sumber gambar    : http://www.e-sbmptn.com/

Sumber berita     : http://news.okezone.com/read/2013/07/08/373/833758/alhamdulillah-anak-saya-lulus-sbmptn

Thursday, November 19, 2015

Cara Siasati Stres Pasca-Ujian

JAKARTA - Tidak jarang mahasiswa dirundung rasa stress saat harus menghadapi ujian. Baik itu Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Akhir Semester (UAS). Karena itulah, perlu cara agar usai menjalankan ujian nanti kamu tidak lagi stres.
Ini dia beberapa kegiatan yang bisa menyiasati rasa stresmu usai ujian. Apa saja?
1. Traveling
Melalukan traveling bukan saja untuk mereka yang suka dengan dunia traveling. Kalau kamu merasa perlu untuk berjalan-jalan pun bisa dilakukan. Berkeliling ke suatu kota usai ujian pasti akan membuatmu fresh kembali. Karena selain bisa mengunjungi berbagai kota menarik, kamu pun akan menambah pengalamanmu.


2. Berkumpul dengan Teman
Menghilangkan stres usai ujian tidak harus pergi ke tempat yang jauh atau membutuhkan budget yang mahal. Berkumpul dengan teman-teman lama juga bisa menyiasati rasa stresmu. Kamu bisa banyak bertukar cerita dengan mereka dan menghabiskan waktu bersama.
3. Game
Bagi yang tidak ingin repot dan memilih menghabiskan waktu di rumah, kamu bisa memanfaatkan game untuk mengusir stresmu selama ujian. Menghabiskan waktu di rumah dengan bermain game, bisa membantumu fresh kembali.
4. Wisata Kuliner
Menghabiskan waktu usai ujian dengan melakukan wisata kuliner juga bisa dilakukan. Apalagi bila kamu seorang pencinta makanan. Selain bisa menyalurkan hobi, cara ini juga membantumu untuk mengurangi stres selama ujian. 

sumber : http://news.okezone.com/read/2015/11/16/65/1250200/cara-siasati-stres-pasca-ujian

Monday, July 13, 2015

Kepsek Ini Klaim Ratusan Siswanya 99 Persen Lulus SBMPTN

okezone -BATAM - Hampir sebagian besar siswa SMAN 1 Batam yang barus lulus sekolah disebut lolos menjadi mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi negeri. Tingkat kelulusan 169 siswa sekolah tersebut yang ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 disebut mencapai 99 persen.
Namun siswa yang baru melapor pada pihak sekolah baru setengahnya. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, Moh Chaidir Ismail.
"Baru separoh yang melapor, sisanya mungkin besok Senin (hari ini). Saya merasa yakin 99 persen siswa kita lulus SBMPTN 2015, karena melihat prestasi akademiknya cukup bagus," ujar Chaidir dengan nada girang kepada Haluan Kepri belum lama ini dikutip Okezone, Senin (13/7/2015).

Sebab itu, pihak sekolah juga tidak akan tinggal diam untuk mencari data seakurat mungkin akan jumlah yang real siswanya diterima lewat tes SBMPTN tahun ini.
"Kita minta seluruh wali kelas untuk melaporkan siswanya yang lulus SBMPTN agar kita secepatnya memperoleh data yang pasti. Karena seperti di Universitas Andalas Padang, siswa yang lulus SBMPTN ini baru mendaftar ulang pada Senin (hari ini) dan PTN lain setelah lebaran nanti," katanya.
Menurutnya, prestasi para siswa SMAN 1 Batam dalam tiga tahun terakhir ini cukup mengembirakan yang selalu mengalami peningkatan prestasi. Seperti pada 2014, dari 214 siswa sebanyak 75 persen masuk PTN, dan sisanya 25 persen lagi masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Adapun pada tahun 2015, sebanyak 40 persen atau sekitar 81 orang siswanya lolos dalam jalur undangan SNMPTN ditambah lagi 10 orang langsung ikatan dinas sebagai PNS masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"Tahun depan kita targetkan bisa lulus SNMPTN 50 persen, karena melihat hasil evaluasi prestasi siswa dalam penerapan Kurikulum 2013 (K-13) saat pembagian rapor kemarin cukup bagus. Belum lagi ditambah prestasi non akademik setiap tahun selalu melebihi yang kita target," jelasnya.
Adakan Pameran Pendidikan
Agar target tahun depan banyak siswanya diterima masuk PTN ini, kata Chaidir, sekolahnya telah merancang stategi melakukan kerjasama dengan berbagai PTN. Salah satunya berencana mengadakan Pameran Pendidikan di sekolahnya melibatkan seluruh PTN ternama, baik itu PTN di dalam negeri maupun di luar negeri. Pameran ini dinilai ia selain upaya memperkenalkan sekolahnya, serta memberikan gambaran yang jelas akan PTN yang akan dituju anak didiknya nanti.
"Pameran Pendidikan ini disamping memperat kerjasama dengan PTN, juga siswa kita bisa mendapatkan informasi yang jelas akan PTN dan jurusan yang mereka ambil biar tidak salah memilih PTN serta jurusan. Pameran Pendidikan ini kita rencanakan digelar pada bulan Februari atau Maret 2016 mendatang," ucapnya.
(MSR)