Adsense

Showing posts with label Passing Grade SNMPTN SBMPTN 2016. Show all posts
Showing posts with label Passing Grade SNMPTN SBMPTN 2016. Show all posts

Sunday, December 6, 2015

Batuk, Kode Curang saat Ujian SBMPTN

MAJENE – Banyak cara dilakukan peserta ujian tulis SBMPTN 2015 untuk mendapat bocoran kunci jawaban soal ujian. Bahkan, terdapat calon mahasiswa yang melakukannya dengan memunculkan kode-kode tertentu, seperti sambil batuk.

Senin 8 Juni 2015, panitia SBMPTN di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), mengumpulkan seluruh pengawas lokasi dan pengawas ruangan yang terdiri dari dosen Unsulbar serta guru SMA/SMK di Majene.
Pada pertemuan pemantapan untuk pengawasan ujian, panitia diminta lebih awas terhadap peserta ujian yang memanfaatkan peluang untuk mencontek atau mengunakan jasa joki membocorkan jawaban soal ujian.
Wakil Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad Saad, meminta kepada para pengawas untuk lebih ketat mengecek seluruh peserta yang melaksanakan SBMPTN. Pengawas maupun panitia harus mengawasi segala gerak-gerik peserta untuk memastikan pelaksanaan ujian berlangsung jujur.
“Saya meminta pengawas mencatat jika ada peserta ujian SBMPTN yang mencurigakan,” katanya di Majene, Senin (8/6/2015).
Saad, yang juga doktor ilmu politik, mengingatkan kepada pengawas untuk teliti terhadap sejumlah pergerakan peserta ujian, misalnya batuk yang disengaja. Gerakan itu bisa menjadi bagian dari kode mencuri kesempatan berbuat curang dalam pelaksanaan ujian.
“Batuk-batuk peserta ujian yang berirama atau ketukan pensil itu patut diwaspadai. Karena, macam-macam cara yang dilakukan bagi yang mau curang. Jadi, pengawas harus jeli melihat itu,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum SBMPTN 2015 Rochmat Wahab mengatakan, perbuatan curang calon mahasiswa saat mengikuti ujian SBMPTN terkadang dilakukan dengan nekat. Pada pelaksanan SBMPTN 2014 di UIN Yogyakarta, seorang calon mahasiswa yang mengunakan jam tangan mendapat bocoran soal ujian dari jam tangan yang dikenakan dari seorang joki.
“Tahun lalu seorang mahasiswa ditangkap di UIN Yogya. Saat ujian, mahasiswa itu mendapat kiriman jawaban melalui jam tangan yang ada HP Mito-nya. Oleh karena itu, pada SBMPTN kali ini semua jam tangan, HP, dan tas ditaruh di depan ruangan ujian,” kata Rochmat kepada Okezone.
(MSR)

Sumber berita : http://news.okezone.com/read/2015/06/08/65/1162103/batuk-kode-curang-saat-ujian-sbmptn

Saturday, November 28, 2015

SBMPTN Kemungkinan Akan Di Gratiskan


SOLO 
– Sejumlah anggota Komisi X DPR RI meninjau penerapan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) langsung di lapangan. Salah satu kampus yang dikunjungi adalah Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Kegiatan rangkaian dengar pendapat terkait BOPTN ini 18 orang anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan dan kebudayaan. Tim uang dipimpin Dr. Abdul Kharis Almasyhari itu disambut langsung oleh Rektor UNS Prof Dr. Ravik Karsidi beserta sejumlah Dekan. Selain dari UNS sendiri, pertemuan juga dihadiri oleh Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo Prof Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar.
"Tujuan datang ke kampus untuk melihat lebih dekat pelaksanaan BOPTN mengingat UNS juga merupakan salah satu penerima BOPTN di antara sekian banyak perguruan tinggi negeri di Indonesia," jelas Abdul Kharis.
Pasalnya lanjut Kharis, Komisi X DPR menemukan banyak fakta adanya penurunan terkait BOPTN yang memicu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebab itu pihaknya bersama rektor UNS akan mencoba berupaya BOPTN kembali pada posisi semula. Bahkan seandainya diperlukan nilainya bisa naik sesuai usulan majelis rektor perguruan tinggi negeri.
"Komisi X DPR tetap berupaya agar UKT tidak naik, sehingga jika ada mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tidak terbebani dengan uang kuliah yang sangat tinggi. Bahkan jika memungkinkan pendaftaran SBMPTN juga ditekan atau malah digratiskan," tutur Kharis.
Saat ini, lanjut Kharis, Komisi X DPR tengah mengupayakan kenaikan dana BOPTN pada 2016 menjadi Rp. 5,57 triliun. Angka itu naik Rp1,1 triliun dibanding anggaran BOPTN tahun ini.
Sedangkan terkait minimnya anggaran untuk riset, lanjut Kharis, itu adalah usulan dari kementerian bersangkutan. Meski begitu, Kharis berjanji Komisi X akan mengupayakan semaksimal mungkin semua kebutuhan terkait kepentingan mahasiswa.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama Komisi X meminta pihak perguruan tinggi untuk bisa melengkapi masukan-masukan Panja BOPTN karena DPR juga berupaya masih perlu melihat bagaimana pelaksanaan BOPTN di masing-masing kampus. Faktanya di UNS sendiri anggaran BOPTN 2015 telah terserap 99 persen.

http://news.okezone.com/read/2015/11/28/65/1257314/komisi-x-dpr-tinjau-penerapan-boptn-di-kampus

Friday, November 27, 2015

Unair siap gelar SBMPTN "CBT"

Surabaya (ANTARA News) - Universitas Airlangga, Surabaya, siap menggelar seleksi mahasiswa melalui jalur tes tulis (SBMPTN) terkomputerisasi atau "Computer Base Test" (CBT).

"Kami sebenarnya sudah siap sejak tahun lalu, karena kami sudah merancang tes tulis dengan CBT pada tahun lalu," kata Rektor Unair Surabaya  Moh. Nasih di Surabaya, Senin.

Dia mengaku tidak semua PTN siap dengan "CBT". "Karena itu mungkin bisa dicoba pada sejumlah PTN terlebih dulu," sambung dia.

Menurut dia, SBMPTN CBT perlu persiapan untuk bank soal. "Yang jelas, CBT merupakan solusi bila anggaran untuk SBMPTN dan SNMPTN itu berkurang," ucapnya.

Pemerinth hanya memiliki anggaran Rp100 miliar untuk SBMPTN/SNMPTN, padahal kebutuhan tahun lalu mencapai Rp200 miliar. "Untuk kekurangannya masih menunggu APBN-P," ujar Nasih.

Namun, hal yang lebih penting adalah kesiapan dari pimpinan SMA/SMK/MA untuk menyertakan siswanya dalam SBMPTN/SNMPTN berkualitas sehingga rekayasa nilai tidak terjadi.

Nasih juga menyatakan Unair sedang menjajaki kemungkinan membangun unit usaha di luar bidang akademis untuk menekan biaya operasional.

"Selama ini, kita sudah bisa membuat vaksin atau riset lainnya, tapi pengembangan untuk industri terkendala dengan industri asing yang sudah berkembang di Indonesia, karena itu kita akan mencari usaha bidang lain," imbuhnya.

Sumber berita : http://www.antaranews.com/berita/530993/unair-siap-gelar-sbmptn-cbt

Faktor yang Membuat Gagal Masuk PTN

JAKARTA – Bagi kamu yang tidak lolos dalam SBMPTN 2015, jangan bersedih. Ingat, masih banyak alternatif lain yang bisa kamu lakukan untuk tetap berkuliah.
Tetapi, enggak ada salahnya bila kamu mengintrospeksi diri atas kegagalan tersebut. Hal ini supaya jika tahun depan kamu ingin mencoba tes kembali, kamu bisa lebih mempersiapkannya dengan baik.

Berikut ini Okezone telah merangkum empat kemungkinan penyebab kamu tidak lolos dalam seleksi tersebut.
1. Menyamakan soal UN dengan ujian masuk PTN
Ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan banyak calon mahasiswa. Apalagi, sebelum kelulusan biasanya para siswa fokus pada persiapan Ujian Nasional (UN), sehingga kurang persiapan untuk menghadapi soal masuk PTN yang jauh berbeda. Soal masuk PTN umumnya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Pasalnya, soal tersebut digunakan untuk menyeleksi calon-calon mahasiswa terbaik sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan suatu kampus.
2. Kurang atau kebanyakan belajar
Segala hal yang kurang atau kelebihan itu tidak baik, begitu juga belajar. Kurang belajar membuat kita tidak siap dalam menjalani ujian seleksi masuk PTN. Sedangkan terlalu banyak belajar membuat kita menjadi tidak fokus karena terlalu banyak materi yang masuk ke dalam otak.
Oleh karena itu, belajarlah secukupnya. Pelajari tipe-tipe soal seleksi PTN melalui bank soal atau buku panduan. Kamu juga bisa mengikuti bimbingan belajar atau tutor untuk persiapan masuk PTN. Hal terpenting, perbanyak latihan soal. Sebab, semakin kamu banyak latihan, kamu akan semakin tahu soal-soal mana yang sering keluar sehingga lebih fokus.
3. Tidak memprediksi jumlah pesaing
Terkadang karena idealisme semata, kita ngotot mendaftar ke kampus atau jurusan yang memiliki banyak peminat. Hal tersebut boleh saja kamu lakukan, tapi kamu juga harus mempertimbangkan kemampuanmu.
Selain itu, jangan menganggap bahwa jika kamu berasal dari sekolah favorit di kota besar, maka kamu akan memiliki kesempatan lolos lebih besar pula. Coba deh cari tahu dahulu peminat dan pesaing kamu di kampus atau jurusan yang kamu minati tersebut. Adapun data-data itu bisa kamu dapatkan di internet dengan merujuk dari peminat tahun sebelumnya.
4. Faktor lainnya

Selain ketiga faktor tersebut, terdapat juga beberapa faktor lain yang menyebabkan kamu enggak lolos seleksi masuk PTN. Di antaranya, faktor kesehatan saat seleksi berlangsung, kemudian kesalahan teknis atau kecerobohan dalam mengisi identitas atau saat pengisian lembar jawaban.
sumber berita  : http://news.okezone.com/read/2015/07/14/65/1181523/faktor-yang-membuat-gagal-masuk-ptn

Tuesday, November 24, 2015

SBMPTN Tahun Depan Gunakan Ujian Berbasis Komputer

JawaPos-Memasuki pergantian tahun, jajaran Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) kian intensif mempersiapkan seleksi masuk mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017. Inovasi mencolok bakal terlihat dalam pelaksanaan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN).
Ketua Umum SBM PTN dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) 2016 Rochmat Wahab menjelaskan, pertemuan-pertemuan anggota MRPTNI sampai sekarang masih bersifat permulaan. “Di antara yang kita bahas adalah kuota mahasiswa baru dan sistem seleksi serta ujian,” katanya di Jakarta, Minggu (22/11).
Untuk urusan kuota, Rochmat mengatakan sampai sekarang belum ditetapkan. Meskipun begitu, kuota diperkirakan naik dibandingkan SBM PTN 2015. Sebab ada penambahan ruang kelas perkuliahan di PTN-PTN baru maupun lama.
Dengan penambahan ruang ini, otomatis kuota mahasiswa baru bisa naik. Tahun ini jumlah kursi mahasiswa baru yang diperebutkan dalam SBM PTN mencapai 100 ribu kursi.
Selain urusan kuota, rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menjelaskan tahun depan MRPTNI bakal melaksanakan piloting (percontohan) ujian SBM PTN berbasis komputer (computer based test/CBT). Dia menuturkan sistem CBT ini sudah mulai dijalankan di sebagian sekolah penyelenggara Ujian Nasional (unas) 2015. “Selama ini ujian SBM PTN dilaksanakan berbasis kertas,” katanya.
Dia mengharapkan melalui pelaksanaan ujian SBM PTN 2016 berbasis komputer, panitia bisa melakukan sejumlah efisiensi. Mulai dari efisiensi anggaran, proses pemindaian untuk penilaian (scoring), dan menekan dugaan kebocoran soal ujian.
Rochmat menjelaskan, tahun depan ujian SBM PTN berbasis komputer sifatnya masih percontohan. Sebab belum semua kampus negeri memiliki infrastruktur komputer untuk pelaksanaan ujian masal itu.
Pada bulan depan, kampus-kampus yang merasa siap menjalankan SBM PTN berbasis CBT diharapkan untuk mengajukan permohonan ke panitia. Setelah itu panitia akan melakukan evaluasi apakah kampus itu benar-benar siap menjalankan ujian SBM PTN berbasis CBT.
Menurut Rochmat ujian SBM PTN dengan menggunakan komputer tentu ada aspek positif dan negatifnya. Namun dia optimis kualitas penyelenggaraan ujian SBM PTN tahun depan minimal setara dengan tahun ini. “Tapi ikhtiar kami tahun depan harus lebih bagus satu strip,” harapnya.
Sementara itu Rochmat juga menjelaskan persiapan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya untuk SBM PTN. Menurutnya, majelis rektor juga membahas teknis persiapan SNM PTN 2016.
Dia menambahkan, rangkaian pendafataran SNM PTN bakal dimulai Februari pekan depan. “Diawali dengan pengisian data nilai siswa oleh sekolah di pangkalan data,” katanya.
Rochmat menjelaskan SNM PTN 2015 sempat diwarnai kegaduhan apakah nilai unas menjadi pertimbangan penilaian. Akhirnya diputuskan bahwa nilai ujian tahunan itu tidak dipakai dalam penilaian SNM PTN 2015.
“Mereka (Kemendikbud, red) saja tidak menggunakan untuk kelulusan, tidak bisa memaksa kita (rektor, red) untuk menggunakan nilai unas,” ungkapnya.
Nah untuk SNM PTN tahun depan, Rochmat berharap tidak ada kegaduhan serupa. Dia menuturkan masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Apakah nilai unas tahun depan tetap tidak mempengaruhi kelulusan siswa kembali atau ada ketentuan baru.
Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menuturkan, penambahan kuota mahasiswa baru memang menjadi isu pengembangan perguruan tinggi negeri tahun depan. “Melalui penambahan kuota itu, diharapkan bisa meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi,” kata dia.
Mantan wakil menteri kesehatan itu menjelaskan, target pemerintah tahun ini adalah APK pendidikan tinggi bisa mencapai 35 persen. Target itu lebih tinggi dibanding capaian APK pendidikan tinggi 2014 sebesar 33 persen. Sementara APK pendidikan pada 2012 hanya 28 persen.
Peningkatan APK pendidikan secara konsisten ini disebabkan oleh penambahan daya tampung di PTN. “Saya berharap tahun depan kuota mahasiswa baru di PTN ada kenaikan. Jumlah pastinya nanti dihitung panitia SNM PTN/SBM PTN,” jelasnya.(wan)

Sumber gambar  : http://img.antaranews.com/new/2013/06/ori/20130618Ujian-SBMPTN-2013-180613-AGR-1.jpg
Sumber berita               :   http://www.jawapos.com/read/2015/11/23/11425/sbmptn-tahun-depan-gunakan-ujian-berbasis-komputer/3

Sunday, July 12, 2015

Passing Grade UNY SNMPTN dan SBMPTN 2016

Passing Grade UNYPassing Grade UNY SNMPTN dan SBMPTN 2016 Setelah banyak permintaan dari member snmptn , Berikut ini kami sajikan daftar perkiraan passing grade SNMPTN 2016 ujian tulis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sebelumnya akan kami sampaikan sedikit informasi mengenai universitas ini. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan pengembangan dari IKIP Yogyakarta yang telah berdiri 21 Mei 1964. Sejarah panjang UNY dalam dunia pendidikan Indonesia telah menghasilkan tenaga kependidikan dan nonkependidikan yang berkualitas unggul. Banyak tenaga pengajar berkualifikasi S2 dan S3, pegawai profesional, perpustakaan universitas dan fakultas yang lengkap, pusat komputer, jaringan internet 24 jam, sarana olahraga berstandar internasional, pusat bahasa, laboratorium penelitian modern, dan lingkungan yang asri membuat kampus yang dijuluki The Green Campus ini menjadi salah satu universitas terfavorit dan layak diperhitungkan. Untuk menjawab tantangan global, mulai tahun 2008, UNY telah siap menuju World Class University.

Passing Grade UNY Kategori IPA
461016Pend. Matematika – UNY35.5%
461024Pend. Fisika30.2%
461032Pend. Kimia32.8%
461046Pend. Biologi33,0%
461054Pend. T. Elektronika30.5%
461062Pend. T. Otomotif32.5%
461076Pend. T. Mesin30.2%
461084Pend. T. Elektro26.8%
461092Pend. T. Sipil & Perencanaan27.8%
461105Matematika28.5%
461113Fisika25.6%
461121Kimia26.2%
461135Biologi25,0%
461143Pend. Tek. Mekatronika26.7%
461151Pend. Tek. Informatika38.2%
461165Pend. IPA26,0%
461173IKORA24.8%
 Passing Grade UNY SNMPTN dan SBMPTN 2016
Passing Grade UNY Kategori IPS
462012Manajemen Pendidikan30.2%
462026Bimbingan & Konseling32.6%
462034Teknologi Pendidikan26,0%
462042Pendidikan Luar Biasa22.5%
462056Pendidikan Luar Sekolah20.2%
462064Pend. Seni Kerajinan19.8%
462072Pend. Kewarganegaraan26.3%
462086Pend. Sejarah27.2%
462094Pend. Geografi28.5%
462101PJKR31.2%
462115PKO23.2%
462123Pend. Teknik Busana22.4%
462131Pend. Teknik Boga24.6%
462145Pend. Adm. Perkantoran28.6%
462153Pend. Akuntansi32.5%
462161Pend. Ekonomi31.5%
462175Manajemen35,0%
462183Ilmu Sejarah21.6%
462191Akuntansi34.8%
462204Pend. Sosiologi26.8%
462212Pend. IPS25.8%
462226Administrasi Negara32.5%
462234Kebijakan Pendidikan28.6%
462242PGSD32.5%
462256PGPAUD22.5%
462264PGSD Penjas25.6%
462272Pend. Bahasa Inggris35.6%
462286Pend. Bahasa Jerman25,0%
462294Pend. Bahasa Prancis26,0%
462301Pend. Seni Rupa21.5%
462315Bahasa dan Sastra Indonesia25,0%
462323Bahasa dan Sastra Inggris27.8%
462331Pend. Seni Tari20.5%
462345Pend. Seni Musik24.6%
462353Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia34.8%
462361Pend. Bahasa Jawa30.6%
Passing Grade UNY SNMPTN dan SBMPTN 2016 Demikian sedikit informasi mengenai passing grade UN semoga bermanfaat bagi adik-adik yang ingin melanjutkan study di universitas yang terdapat di yogyakarta ini, dalam menghadapi SPMB/SBMPTN. Passing Grade UNY SNMPTN dan SBMPTN 2016

Passing Grade UI SNMPTN dan SBMPTN 2016


passing grade UIPassing Grade UI SNMPTN dan SBMPTN 2016 Universitas Indonesia ( UI ) adalah sebuah PTN di Indonesia. Kampus utamanya terletak di bagian Utara dari Depok, Jawa Barat, dan kampus utama lainnya terdapat di daerah Salemba di Jakarta Pusat. UI secara umum dianggap sebagai salah satu dari empat perguruan tinggi papan atas di Indonesia bersama dengan UGM, ITS/ Institut Teknologi Sepuluh Nopember  dan ITB /Institut Teknologi Bandung. Ada yang ingin mengikuti SBMPTN UI 2015 ? . Tetap belajar, dan Semangat !. Passing Grade merupakan suatu standar (grade) dari perhitungan sederhana terhadap hasil ujian SBMPTN yang mengindikasikan kira-kira peserta masuk tidak dalam urutan peringkat kuota penerimaan jurusan yang dipilihnya tersebut.



Passing grade umumnya tidak bisa dipatok secara pasti sebab passing grade sendiriSBMPTN UI timbul dari nilai-nilai para pesaing yang memperebutkan jurusan tersebut dan selalu berfluktuasi setiap tahunnya. Namun, dalam konteks lain passing grade pun, dapat diprediksi dengan melihat daya tampung dan kuota yang diterima serta tingkat keketatan persaingan tahun sebelumnya. Berikut passing grade UI (Universitas Indonesia) untuk jurusan ipa dan ips 2015.
Passing Grade UI IPA 2015
311011 Pend. Dokter –  61.45
311166 Ilmu Komputer – 56.19
311182 Teknik Industri –  52.60
311071 Farmasi –  51.93
311114 Teknik Elektro –  50.77
311136 Arsitektur –  45.67
311211 Teknik Komputer – 45.26
311106 Teknik Mesin –  45.16
311093 Teknik Sipil –  44.09
311152 Ilmu Keperawatan – 43.00
311144 Teknik Kimia –  42.48
311225 Sistem Informasi –  42.38
311122 Teknik Metalurgi dan Material – 42.38
311025 Pend. Dokter Gigi –  41.65
311033 Matematika –  40.50
311203 Teknik Lingkungan –  40.49
311055 Kimia –  36.83
311196 Teknik Perkapalan – 36.54
311174 Kesehatan Masyarakat –  35.91
311233 Arsitektur Interior –  35.67
311041 Fisika – 34.67
311241 Teknologi Bioproses –  32.03
311063 Biologi – 30.67
311255 Gizi –  30.17
311085 Geografi –  27.56
Passing Grade UI IPS 2015
312162 Akuntansi –  IPS 52.4
312176 Ilmu Hubungan Internasional –  IPS 51.8
312051 Ilmu Komunikasi –  IPS 49.3
312154 Manajemen –  IPS 46.8
312132 Ilmu Administrasi Niaga –  IPS 43.8
312146 Ilmu Administrasi Fiskal –  IPS 43.1
312073 Ilmu Administrasi Negara –  IPS 42.7
312124 Ilmu Ekonomi –  IPS 42.7
312013 Ilmu Hukum –  IPS 42.6
312065 Ilmu Politik –  IPS 40.2
312043 Psikologi –  IPS 39.8
312221 Sastra Jepang –  IPS 39.7
312265 Sastra Inggris –  IPS 39.4
312251 Sastra Perancis –  IPS 38.8
312302 Bahasa dan Kebudayaan Korea –  IPS 37.1
312102 Ilmu Kesejahteraan Sosial –  IPS 36.3
312081 Kriminologi –  IPS 35.8
312095 Sosiologi –  IPS 35.7
312235 Sastra Cina –  IPS 35.2
312273 Sastra Jerman –  IPS 33.3
312116 Antropologi Sosial –  IPS 31.6
312205 Sastra Indonesia –  IPS 31.0
312184 Ilmu Perpustakaan –  IPS 30.4
312192 Ilmu Filsafat –  IPS 30.2
312295 Sastra Rusia –  IPS 29.5
312021 Arkeologi Indonesia –  IPS 28.9
312035 Ilmu Sejarah –  IPS 28.9
312281 Sastra Belanda –  IPS 28.2
312243 Sastra Arab –  IPS 25.8
312213 Sastra Daerah untuk Sastra Jawa –  IPS 22.8
Passing Grade UI SNMPTN dan SBMPTN 2016 Universitas Indonesia ( UI )Demikian informasi passing grade UI IPA dan IPS 2015 semoga dapat membantu anda dalam memilih PTN dan juga jurusan yang anda minati.Tetapi, walaupun nilai passing grade tersebut fluktuatif. Salah satu kunci untuk dapat lulus SBMPTN tersebut adalah dengan mengetahui prediksi dari nilai passing grade sbmptn/snmptn pada jurusan yang anda pilih. Caranya yaitu dengan membandingkan nilai  saat TO (try out) dengan nilai passing grade UI 2015 IPA IPS, silahkan dibandingkan hasilnya .;) , Kira-kira bisa masuk tidak nilai anda untuk bisa masuk di Unair. Semoga bermanfaat, Siap Menghadapi SBMPTN 2015, Terima kasih Passing Grade UI SNMPTN dan SBMPTN 2016 Universitas Indonesia ( UI )

Passing Grade SNMPTN 2016 - Terbaru 2016

Passing Grade SNMPTN 2016 - Terbaru 2016 adalah suatu ukuran standar (grade) yang didapat dari perhitungan sederhana terhadap hasil ujian SBMPTN / SNMPTN  yang menggambarkan kira-kira seorang peserta SBMPTN (siswa yang ikut) dapat mencukupi dalam urutan peringkat kuota penerimaan jurusan yang dipilihnya tersebut. Secara umum, nilai passing grade tidak dapat ditentukan secara pasti karena bergantung pada kuota (daya tampung) dan banyaknya peminat pada pilihan tersebut pada tahun itu. Selain 2 faktor di atas, nilai suatu passing grade muncul dari nilai para pesaing yang memperebutkan jurusan tersebut. Oleh karena itu, maka nilai passing grade tersebut nilainya tiap tahun dapat berfluktuatif.
Passing grade merupakan salah satu hal yang bisa dijadikan patokan untuk seseorang dinyatakan lulus SBMPTN atau tidak. Nilai passing grade biasanya ditentukan berdasarkan nilai rata-rata dari hasil test pada tahun sebelumnya (nilai yang mengacu pada hasil test). Biasanya passing grade pada masing-masing LBB itu beda-beda, semakin Favorit PTN dan jurusan tersebut, maka passing gradenya semakin besar dan tentu persaingan untuk masuk juga akan berat. Nilai passing grade SNMPTN / SBMPTN bisa dijadikan acuan sebagai batas nilai minimum yang harus dicapai peserta SBMPTN untuk bisa masuk ke suatu jurusan yang diminati pada sebuah PTN. Passing grade tidak bisa dijadikan patokan mutlak diterima atau tidaknya seseorang masuk PTN.
Berikut adalah Daftar Passing Grade SNMPTN 2016 - Terbaru 2016
  • Data Passing grade SNMPTN untuk Kategori IPA dan IPS
  • Untuk memudahkan pencarian jurusan/universitas, gunakan kolom pencarian (Ctrl+f) lalu ketik nama jurusan /  Universitas yang diinginkan.
  • Passing grade dibawah ini berdasarkan sistem persenan (%)
[sociallocker]

Passing Grade SBMPTN

I. INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)
Berikut data Passing Grade ITB :
JURUSAN IPA
  1. STEI–65,7%
  2. FTI–62,5%
  3. FTTM–59,8%
  4. FTMD–58,7%
  5. FTSL–56,5%
  6. SAPPK–55,2%
  7. SF–54,4%
  8. FITB–52,9%
  9. STIH-Sains–49,3%
  10. FMIPA–47,8%
  11. STIH-Rekayasa–39,8%

Passing Grade SNMPTN 2016 - Terbaru 2016
II. UNIVERSITAS INDONESIA (UI)

Passing Grade SBMPTN UI JURUSAN IPA

    1. Pendidikan Dokter – – UI (59,8%)
    2. Teknik Elektro – – UI (58,6%)
    3. Farmasi – – UI (58,4%)
    4. Teknik Kimia/TGP – – UI (57,4%)
    5. Teknik Industri – – UI (54%)
    6. Ilmu Komputer – – UI (52,8%)
    7. Teknik Mesin – UI (52%)
    8. Pendidikan Dokter Gigi – UI (51,2%)
    9. Teknik Metalurgi dan Material – UI (47,4%)
    10. Arsitektur – UI (47,2%)

Passing Grade SBMPTN Jurusan IPS

  1. Akuntansi – UI (63,9%)
  2. Ilmu Hubungan Internasional – UI (63,1%)
  3. Manajemen – UI (61%)
  4. Psikologi – UI (60,6%)
  5. Ilmu Komunikasi – UI (58,3%)
  6. Ilmu Ekonomi – UI (56,4%)
  7. Ilmu Hukum – UI (56,2%)
  8. Sastra Inggris – UI (53,8%)
  9. Ilmu Administrasi Niaga – UI (52,9%)
  10. Sastra Perancis – UI (50,1%)
  11. Kriminologi – UI (49,6%)
  12. Ilmu Administrasi Negara – UI (49%)
  13. Ilmu Politik – UI (47,8%)
  14. Sastra Cina – UI (47,8%)
  15. Sastra Rusia – UI (46,7%
  16. Ilmu Administrasi Fiskal – UI (46,6%)
  17. Ilmu Filsafat – UI (46,6%)
  18. Sastra Jerman – UI (46,4%)
  19. Ilmu Kesejahteraan Sosial – UI (44,9%)
  20. Arkeologi – UI (44,7%)
  21. Sastra Jepang – UI (50,3%)
  22. Sosiologi – UI (44,5%)
  23. Sastra Arab – UI (43,8%)
  24. Ilmu Sejarah – UI (43,2%)
  25. Antropologi Sosial – UI (42%)
III. UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)
Passing Grade UGM JURUSAN IPA
  1. Pendidikan Dokter – UGM (59,3%)
  2. Teknik Elektro – UGM (57,4%)
  3. Ilmu Komputer – UGM (56,5%)
  4. Teknik Kimia – UGM (54,8%)
  5. Arsitektur – UGM (51,4%)
  6. Teknik Mesin – UGM (51,4%)
  7. Pendidikan Dokter Gigi – UGM (50%)
  8. Biologi – UGM (47,2%)
Passing Grade SBMPTN Jurusan IPS
  1. Akuntansi – UGM (62,1%)
  2. Psikologi – UGM (58,7%)
  3. Ilmu Hubungan Internasional – UGM (58,5%)
  4. Manajemen – UGM (57,9%)
  5. Ilmu Komunikasi – UGM (57,4%)
  6. Sastra Inggris – UGM (56,6%)
  7. Ilmu Ekonomi – UGM (55,6%)
  8. Ilmu Hukum – UGM (54,1%)
  9. Ilmu Administrasi Negara – UGM (50,5%)
  10. Ilmu Pemerintahan – UGM (50,4%)
  11. Sastra Jepang – UGM (50%)
  12. Sastra Perancis – UGM (47,1%)
IV. INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
Passing Grade SBMPTN ITS JURUSAN IPA
1. Teknik Informatika – ITS (59,5%)
2. Teknik Elektro – ITS (57,7%)
3. Teknik kimia – ITS (56,6%)
4. Teknik Industri – ITS (53,8%)
5. Teknik Lingkungan – ITS (52,4%)
6. Teknik Mesin – ITS (51,5%)
7. Sistem Informasi – ITS (47,4%)
V. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)
Passing Grade SBMPTN UNAIR JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNAIR (58,6%)
2. Farmasi – UNAIR (53,8%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNAIR (57,5%)
2. Ilmu Komunikasi – UNAIR (57,4%)
3. Psikologi – UNAIR (56,4%)
4. Manajemen – UNAIR (56%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNAIR (51,1%)
6. Ilmu Hukum – UNAIR (50,7%)
7. Ilmu Administrasi Negara – UNAIR (48,5%)
8. Sastra Inggris – UNAIR (45,8%)
9. Ilmu Hubungan Internasional – UNAIR (47,9%)

VI. UNIVERSITAS PADJAJARAN (UNPAD)
Passing Grade UNPAD JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNPAD (58%)
2. Farmasi – UNPAD (51,5%)
3. Pendidikan Dokter Gigi – UNPAD (47,8%)
4. Psikologi – UNPAD (47,7%)
5. Statistika – UNPAD (47,2%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNPAD (61,2%)
2. Ilmu Komunikasi – UNPAD (59,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional – UNPAD (58,1%)
4. Manajemen – UNPAD (55,1%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNPAD (54,2%)
6. Ilmu Administrasi Niaga – UNPAD (52,2%)
7. Ilmu Hukum – UNPAD (51,4%)
8. Ilmu Administrasi Negara – UNPAD (47,4%)
9. Sastra Inggris – UNPAD (46%)
10. Ilmu Pemerintahan – UNPAD (43%)
VII. UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP)

Passing Grade Undip JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter – UNDIP (57,5%)
2. Teknik Elektro – UNDIP (54,1%)
3. Teknik Industri – UNDIP (52,9%)
4. Arsitektur – UNDIP (49,2%)
5. Teknik Mesin – UNDIP (47,8%)
Passing Grade SBMPTN Undip JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNDIP (55,2%)
2. Ilmu Komunikasi – UNDIP (51,6%)
3. Manajemen – UNDIP (51,5%)
4. Ilmu Hukum – UNDIP (48,8%)
5. Ilmu Pemerintahan – UNDIP (48,3%)
6. Ekonomi Pembangunan – UNDIP (44%)
7. Ilmu Administrasi Niaga – UNDIP (43%)
VIII. UNIVERSITAS SRIWIJAYA (UNSRI)
JURUSAN IPA
  1. Pendidikan Dokter – UNSRI (56,5%)
  2. Teknik Informatika – UNSRI (52,2%)
  3. Pendidikan Dokter Gigi – UNSRI (50,1%)
JURUSAN IPS
  1. Akuntansi – UNSRI (53,7%)
  2. Ilmu Hukum – UNSRI (50,7%)
  3. 3. Pend. B. Inggris – UNSRI (50,2%)

Passing Grade SBMPTN

IX. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UB (55,1%)
2. Teknik Elektro – UB (52,9%)
3. Arsitektur – UB (47,1%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UB (57,3%)
2. Manajemen – UB (54,5%)
3. Ilmu Administrasi Publik – UB (49,3%)
4. Ilmu Hukum – UB (48,3%)
5. Ilmu Administrasi Bisinis – UB (44,7%)
6. Ekonomi Pembangunan – UB (43,1%)
7. Sastra Inggris – UB (42,3%)
X. UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU)
JURUSAN IPA
  1. Pendidikan Dokter – USU (55,1%)
  2. Farmasi – USU (53,2%)
  3. Pendidikan Dokter Gigi – USU (50,3%)
JURUSAN IPS
  1. 1Manajemen – USU (53,1%)
  2. Ekonomi Pembangunan – USU (52,5%)
  3. Ilmu Hukum – USU (51,2%)
  4. Sastra Inggris – USU (50,6%)
  5. Akuntansi – USU (50,5%)
  6. Ilmu Administrasi Negara – USU (50,2%)
XI. UNIVERSITAS ANDALAS
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNAND (54,6%)
2. Farmasi – UNAND (51,4%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNAND (53,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional – UNAND (52,2%)
3. Manajemen – UNAND (50,4%)
XII. UNIVERSITAS HASANUDIN (UNHAS)
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNHAS (55,7%)
2. Farmasi – UNHAS (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi – UNHAS (50,6%)
JURUSAN IPS
1. Akuntansi – UNHAS (52,6%)
2. Manajemen – UNHAS (52,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional – UNHAS (51%)
4. Sastra Inggris – UNHAS (50,6%)
5. Ilmu Pemerintahan – UNHAS (50,2%)
6. Ilmu Hukum – UNHAS (50%)
XIII. UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNUD (52,5%)
JURUSAN IPS
1. Manajemen – UNUD (48,2%)
2. Akuntansi – UNUD (45,9%)
XIV. UNIVERSITAS 11 MARET SOLO
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter – UNS (57,2%)
2. Farmasi – UNS (56,4%)
JURUSAN IPS
1. Manajemen – UNS (54,9%)
2. Manajemen – Univ. 11 Maret Solo (53,9%)
3. Akuntansi – Univ. 11 Maret Solo (54,9%)
4. Desain Komunikasi Visual – Univ. 11 Maret Solo (55,7%)
5. Ilmu Administrasi Negara – Univ. 11 Maret Solo (53,5%)
XV. UNIVERSITAS LAMPUNG (UNILA)
JURUSAN IPS
1. Ilmu Komunikasi – UNILA (47,7%)
2. Ekonomi Pembangunan – UNILA (46,1%)
3. Ilmu Administrasi Niaga – UNILA (42,6%)
XVI. INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)
JURUSAN IPA
1.Ilmu Gizi – IPB (56,3%)
2.Teknologi Industri Pertanian-IPB (56,3 %)
3.Agribisnis – IPB (54,2%)
4.Ilmu Komputer – IPB (53,2%)
5.Teknologi Pangan – IPB (52,8%)
6.Manajemen – IPB (50,1%)
PASSING GRADE (DIBAWAH 50%) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA.

Passing Grade SNMPTN 2016 - Terbaru 2016
INSTITUTE TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
JURUSAN IPA
1. Arsitektur – ITS (42.77%)
2. Biologi – ITS – (31.5%)
3. Desain Produk Industri – ITS (33.22%)
4. Fisika – ITS (35.69%)
5. Kimia – ITS (34.16%)
6. Matematika – ITS (36.11%)
7. Statistika – ITS (38.91%)
8. Teknik Elektro – ITS (49.13%)
9. Teknik Fisika – ITS (40.19%)
10. Teknik Geodesi – ITS (38.16%)
11. Teknik Industri – ITS (48.22%)
12. Teknik Informatika – ITS (49.94%)
13. Teknik Kelautan – ITS (42.47%)
14. Teknik Kimia – ITS (48.80%)
15. Teknik Lingkungan – ITS (39%)
16. Teknik Material – ITS (35.16%)
17. Teknik Multimedia – ITS (44.27%)
18. Teknik Perkapalan – ITS (47.36%)
19. Teknik Sipil – ITS (45.33%)
20. Teknik Sistem Perkapalan – ITS (43.47%)
II. UNIVERSITAS AIRLANGGA
JURUSAN IPA
1. Biologi – UNAIR (31.80%)
3. Fisika – UNAIR (32.22%)
4. Kedokteran Hewan – UNAIR (36.25%)
5. Kesehatan Masyarakat – UNAIR (35.69%)
6. Kimia – UNAIR (32.30%)
7. Matematika – UNAIR (33.66%)
8. Pendidikan DokteR (Gigi – UNAIR (49%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNAIR (32.28%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNAIR (46.81%)
3. Ekonomi Manajemen – UNAIR (44.40%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNAIR (42.87%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNAIR (40.31%)
6. Ilmu Hubungan Internasional – UNAIR (43.21%)
7. Ilmu Hukum – UNAIR (39.5%)
8. Ilmu Komunikasi – UNAIR (41.75%)
9. Ilmu Politik – UNAIR (34.75%)
10. Ilmu Sejarah – UNAIR (31.71%)
11. Psikologi – UNAIR (39.62%)
12. Sastra Indonesia – UNAIR (31.03%)
13. Sastra Inggris – UNAIR (31.18%)
14. Sosiologi – UNAIR (32.12%)
III. UNIVERSITAS HASSANUDIN
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNHAS (29.02%)
2. Arsitektur – UNHAS (39.16%)
3. Biologi – UNHAS (28.77%)
4. Budi Daya Perairan – UNHAS (28.30%)
6. Fisika – UNHAS (29.16%)
7. Geofisika (Meteorologi) – UNHAS (36.66%)
8. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNHAS (26.66%)
9. Ilmu Kelautan – UNHAS (33.83%)
10. Ilmu Tanah – UNHAS (29.16%)
11. Kesehatan Masyarakat – UNHAS (28.47%)
12. Kimia – UNHAS (27.77%)
13. Manajemen Hutan – UNHAS (28.05%)
14. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNHAS (27.36%)
15. Matematika – UNHAS (29.16%)
16. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNHAS (28.88%)
17. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNHAS (23.88%)
20. Produksi Ternak – UNHAS (27.36%)
21. Sastra Arab – UNHAS (24.53%)
22. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNHAS (28.05%)
23. Sosial Ekonomi Peternakan – UNHAS (24.16%)
24. Statistika – UNHAS (33.38%)
25. Teknik Elektro – UNHAS (39.16%)
26. Teknik Geologi – UNHAS (34.52%)
27. Teknik Mesin – UNHAS (35.55%)
28. Teknik Perkapalan – UNHAS (39.86%)
29. Teknik Pertanian – UNHAS (31.33%)
30. Teknik Sipil – UNHAS (35.55%)
31. Teknologi Hasil Hutan – UNHAS (27.96%)
32. Teknologi Hasil Pertanian – UNHAS (34.44%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNHAS (30.31%)
2. Arkeologi – UNHAS (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNHAS (43.75%)
4. Ekonomi Manajemen – UNHAS (41.18%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNHAS (35.78%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNHAS (38.75%)
7. Ilmu Hubungan Internasional – UNHAS (38.90%)
8. Ilmu Hukum – UNHAS (33.75%)
9. Ilmu Komunikasi – UNHAS (33.15%)
10. Ilmu Pemerintahan – UNHAS (33.90%)
11. Ilmu Politik – UNHAS (29.75%)
12. Ilmu Sejarah – UNHAS (28.59%)
13. Sastra Daerah – Untuk Sast.Bugis (Makasar) – UNHAS (23.90%)
14. Sastra Indonesia – UNHAS (27.18%)
15. Sastra Inggris – UNHAS (29.34%)
16. Sastra Perancis – UNHAS (28.62%)
17. Sosiologi – UNHAS (30.09%)
IV. UNIVERSITAS UDAYANA
JURUSAN IPA
1. Arsitektur – UNUD (36.52%)
2. Biologi – UNUD (28.05%)
3. Fisika – UNUD (28.5%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNUD (26.38%)
5. Kedokteran Hewan – UNUD (32.02%)
6. Kimia – UNUD (27.66%)
7. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNUD (26.52%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNUD (26.38%)
10. Produksi Ternak – UNUD (27.5%)
11. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNUD (27.36%)
12. Teknik Elektro – UNUD (39.16%)
13. Teknik Mesin – UNUD (35.36%)
14. Teknik Sipil – UNUD (33.66%)
15. Teknologi Hasil Pertanian – UNUD (29.30%)
JURUSAN IPS
1. Agronomi – UNUD (27.36%)
2. Arkeologi – UNUD (28.28%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNUD (37.18%)
4. Ekonomi Manajemen – UNUD (39.37%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNUD (37.03%)
6. Ilmu Hukum – UNUD (31.09%)
7. Ilmu Sejarah – UNUD (20.31%)
8. Ilmu Tanah – UNUD (27.63%)
9. Pariwisata Budaya D4 – UNUD (26.87%)
10. Sastra Daerah – Untuk Sastra Bali – UNUD (23.59%)
11. Sastra Daerah – Untuk Sastra Jawa – UNUD (22.81%)
12. Sastra Indonesia – UNUD (26.87%)
13. Sastra Inggris – UNUD (28.75%)
14. Seni Rupa Murni – UNUD (26.34%)
V. UNIVERSITAS MULAWARMAN
JURUSAN IPA
1. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNMUL (23.47%)
2. Ilmu Tanah – UNMUL (28.61%)
3. Manajemen Hutan – UNMUL (23.22%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNMUL (22.08%)
5. Pend. Biologi – UNMUL (25.41%)
6. Pend. Fisika – UNMUL (25.27%)
7. Pend. Kimia – UNMUL (24.72%)
8. Pend. Matematika – UNMUL (23.88%)
9. SosiaL Ekonomi Perikanan – UNMUL (21.66%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNMUL (28.88%)
11. Teknologi Hasil Hutan – UNMUL (26.38%)
JURUSAN IPS
1. Agronomi – UNMUL (22.08%)
2. Budi Daya Perairan – UNMUL (26.36%)
3. Ekonomi Akuntansi – UNMUL (35.15%)
4. Ekonomi Manajemen – UNMUL (36.87%)
5. Ekonomi Pembangunan – UNMUL (35.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNMUL (31.56%)
7. Ilmu Pemerintahan – UNMUL (34.06%)
8. Ilmu Sosiatri – UNMUL (25.59%)
9. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNMUL (25.62%)
10. Pend. Bhs. Inggris – UNMUL (29.53%)
11. Pend. Ekonomi – UNMUL (24.53%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNMUL (24.84%)
VI. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
JURUSAN IPA
1. Biologi – UNNESA (30.25%)
2. fisika – UNNESA (30.58%)
3. Ilmi Keolahragaan – UNNESA (29.64%)
4. Kimia – UNNESA (30.58%)
5. Matematika – UNNESA (30.68%)
6. Pend. Biologi – UNNESA (28.05%)
7. Pend. Fisika – UNNESA (27.01%)
8. Pend. Teknik Bangunan – UNNESA (28%)
9. Pend. Teknik Elektro – UNNESA (30.63%)
10. Pend. Teknik Mesin – UNNESA (30.15%)
11. Teknik Elektro D3 – UNNESA (28%)
12. Teknik Mesin D3 – UNNESA (29.62%)
13. Teknik Sipil D3 – UNNESA (27.62%)
14. Pend. Kimia – UNNESA (27.69%)
15. Pend. Matematika – UNNESA (27.72%)
JURUSAN IPS
1. Bahasa dan Sastra Indonesia – UNNESA (29.41%)
2. Bahasa dan Sastra Inggris – UNNESA (29.41%)
3. Bimbingan dan Konseling – UNNESA (25.75%)
4. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNNESA (28.66%)
5. Pend. Bhs. Inggris – UNNESA (31.97%)
6. Pend. Bhs. Jepang – UNNESA (29.03%)
7. Pend. Bhs. Jerman – UNNESA (29.44%)
8. Pend. Ekonomi – UNNESA (29.06%)
9. Pend. Geografi – UNNESA (30.43%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNNESA (28.19%)
11. Pend. Kepelatihan Olahraga – UNNESA (28.63%)
12. Pend. Kesejahteraan Keluarga – UNNESA (27.63%)
13. Pend. Luar Biasa – UNNESA (27.41%)
14. Pend. Luar Sekolah – UNNESA (27.63%)
15. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNNESA (29.44%)
16. Pend. Sejarah – UNNESA (29.34%)
17. Pend. Seni Drama, Tari dan Musik – UNNESA (28.97%)
18. Pend. Seni Rupa – UNNESA (28.41%)
19. Teknologi Pendidikan – UNNESA (28.69%)
VII. UNIVERSITAS NUSA CENDANA
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNDANA (21.64%)
2. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNDANA (22.47%)
3. Ilmu Tanah – UNDANA (25.36%)
4. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNDANA (22.05%)
5. Pend. Biologi – UNDANA (22.77%)
6. Pend. Fisika D3 – UNDANA (20.80%)
7. Pend. Kimia – UNDANA (22.5%)
8. Pend. Matematika – UNDANA (25.27%)
9. Pend. Teknik Bangunan – UNDANA (24%)
10. Pend. Teknik Elektro – UNDANA (26.25%)
11. Pend. Teknik Mesin – UNDANA (29.15%)
12. Produksi Ternak – UNDANA (20.55%)
13. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNDANA (23.33%)
VII. UNIVERSITAS CENDRAWASIH
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNCEN (22.08%)
2. Budi Daya Hutan – UNCEN (26.38%)
3. Pend. Biologi – UNCEN (22.77%)
4. Pend. Fisika – UNCEN (21.80%)
5. Pend. Kimia – UNCEN (22.5%)
6. Pend. Matematika – UNCEN (25.27%)
7. Produksi Ternak – UNCEN (27.77%)
8. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNCEN (22.08%)
9. Teknik Sipil – UNCEN (31.66%)
10. Teknik Sipil D3 – UNCEN (29.41%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNCEN (27.03%)
2. Bimbingan dan Konseling – UNCEN (23.91%)
3. Ekonomi Manajemen – UNCEN (35.62%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNCEN (33.75%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNCEN (30.46%)
6. Ilmu Administrasi Negara – UNCEN (26.34%)
7. Ilmu Administrasi Niaga – UNCEN (27.75%)
8. Ilmu Hukum – UNCEN (32.03%)
9. Ilmu Hukum – UNCEN (27.43%)
10. Ilmu Kesejahteraan Sosial – UNCEN (30.51%)
11. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNCEN (23.28%)
12. Pend. Bhs. Inggris – UNCEN (27.96%)
13. Pend. Bhs. Inggris – UNCEN (29.15%)
14. Pend. Ekonomi – UNCEN (24.84%)
15. Pend. Geografi – UNCEN (24.53%)
16. Pend. Geografi – UNCEN (24.53%)
17. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNCEN (23.28%)
18. Pend. Pancasila & Kewarganegaraa (PPKN) – UNCEN (24.84%)
19. Pend. Sejarah – UNCEN (25.46%)
20. Pend. Sejarah – UNCEN (26.71%)
21. Sosiologi – UNCEN (28.59%)
VIII. UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNLAN (27.36%)
2. Arsitektur – UNLAN (32.36%)
3. Budi Daya Hutan – UNLAN (27.36%)
4. Budi Daya Perairan – UNLAN (25.36%)
5. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNLAN (26.52%)
6. Ilmu Tanah – UNLAN (28.75%)
7. Manajemen Hutan – UNLAN (23.5%)
8. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNLAN (23.88%)
9. Pend. Biologi – UNLAN (26.66%)
10. Pend. Kimia – UNLAN (23.47%)
11. Pend. Matematika – UNLAN (25.55%)
12. Pendidikan Dokter – UNLAN (36.80%)
13. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNLAN (23.88%)
14. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNLAN (27.5%)
15. Teknik Sipil – UNLAN (31.76%)
16. Teknologi Hasil Hutan – UNLAN (27.16%)
17. Teknologi Hasil Perikanan – UNLAN (25.25%)
JURUSAN IPS
1. Ekonomi Akuntansi – UNLAN (38.43%)
2. Ekonomi Manajemen – UNLAN (37.65%)
3. Ekonomi Pembangunan – UNLAN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara – UNLAN (28.75%)
5. Ilmu Administrasi Niaga – UNLAN (28.75%)
6. Ilmu Hukum – UNLAN (29.21%)
7. Ilmu Pemerintahan – UNLAN (33.59%)
8. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNLAM (25.93%)
9. Pend. Bhs. Inggris – UNLAN (29.15%)
10. Pend. Ekonomi – UNLAN (25.78%)
11. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNLAN (23.28%)
12. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNLAN (24.84%)
13. Pend. Sejarah – UNLAN (26.71%)
IX. UNIVERSITAS HALUOLEO
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNHALU (20.54%)
2. Budi Daya Perairan – UNHALU (23.19%)
3. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNHALU (21.47%)
4. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNHALU (21.05%)
5. Pend. Biologi – UNHALU (21.77%)
6. Pend. Fisika – UNHALU (21.80%)
7. Pend. Kimia – UNHALU (22.5%)
8. Pend. Matematika – UNHALU (23.88%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian – UNHALU (22.38%)
10. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNHALU (22.08%)
11. Teknik Elektro D3 – UNHALU (26%)
12. Teknik Mesin D3 – UNHALU (28.62%)
13. Teknik Sipil D3 – UNHALU (26.62%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNHALU (25.71%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNHALU (33.15%)
3. Ekonomi Manajemen – UNHALU (32.53%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNHALU (31.03%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNHALU (25.34%)
6. Ilmu Komunikasi – UNHALU (32.21%)
7. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah – UNHALU (23.28%)
8. Pend. Bhs. Inggris – UNHALU (27.96%)
9. Pend. Ekonomi – UNHALU (23.84%)
10. Pend. Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi – UNHALU (23.28%)
11. Pend. Pancasila & Kewarganegaraan (PPKN) – UNHALU (23.84%)
12. Pend. Sejarah – UNHALU (24.46%)
13. Psikologi Pendidikan – UNHALU (?)
14. Sosiologi – UNHALU (27.59%)
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk tahun 2016 :
Kategori IPA

301016
Pendidikan Matematika - UNJ
40.27%
301024
Pendidikan Fisika
34.52%
301032
Pendidikan Kimia
35.52%
301046
Pendidikan Biologi
36.83%
301054
Matematika
33.63%
301062
Fisika
30.63%
301076
Kimia
33.35%
301084
Biologi
33.56%
301092
Pendidikan Teknik Elektro
30.58%
301105
Pendidikan Teknik Mesin
30.66%
301113
Pendidikan Teknik Bangunan
29.24%
301121
Ilmu Keolahragaan
30.38%
301133
Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
36.6%
301143
Pendidikan Teknik Elektronika
30.30%




Kategori IPS

302012
Teknologi Pendidikan
32.5%
302026
Pendidikan Luar Biasa
28.0%
302034
Manajemen Pendidikan
30.5%
302042
Pendidikan Luar Sekolah
26.5%
302056
Pend. Guru PAUD
28.8%
302064
Bimbingan & Konseling
30.2%
302072
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
35.6%
302086
Psikologi
40.6%
302094
Pendidikan Bahasa Indonesia
33.5%
302101
Sastra Indonesia
30.3%
302115
Pendidikan Bahasa Inggris
36.2%
302123
Sastra Inggris
31.8%
302131
Pendidikan Bahasa Prancis
27.8%
302145
Pendidikan Bahasa Jerman
26.5%
302153
Pendidikan Bahasa Arab
22.6%
302161
Pendidikan Bahasa Jepang
27.8%
302175
Pendidikan Seni Tari
19.8%
302183
Pendidikan Seni Musik
21.5%
302191
Pendidikan Seni Rupa
21.0%
302204
Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
24.0%
302212
Pendidikan Geografi
25.0%
302226
Pendidikan Sejarah
27.2%
302234
Ilmu Agama Islam
23.0%
302242
Sosiologi
25.6%
302256
Pendidikan Sosiologi
25.1%
302264
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
24.6%
302272
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
25.0%
302286
Pendidikan Kepelatihan Olahraga
25.5%
302294
Pendidikan Ekonomi
32.5%
302301
Manajemen
40.8%
302315
Akuntansi
42.5%
302323
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
23.0%
302331
Pendidikan Tata Boga
24.5%
302345
Pendidikan Tata Busana
23.5%
302353
Pendidikan Tata Rias
22.5%
302361
Pendidikan Tata Niaga
22.6%

X. UNIVERSITAS SAM RATULANGI
JURUSAN IPA
1. Agronomi – UNSRAT (27.5%)
2. Arsitektur – UNSRAT (32.36%)
3. Budi Daya Perairan – UNSRAT (24.36%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNSRAT (26.52%)
5. Ilmu Kelautan – UNSRAT (31.30%)
6. Ilmu Tanah – UNSRAT (27.5%)
7. Manajemen Sumber Daya Perairan – UNSRAT (23.05%)
8. Nutrisi dan Makanan Ternak – UNSRAT (27.5%)
9. Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan – UNSRAT (23.75%)
10. Pendidikan Dokter – UNSRAT (37.80%)
11. Produksi Ternak – UNSRAT (23.88%)
12. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) – UNSRAT (27.5%)
13. Sosial Ekonomi Peternakan – UNSRAT (24.72%)
14. Teknik Elektro – UNSRAT (39.02%)
15. Teknik Mesin – UNSRAT (33.33%)
16. Teknik Pertanian – UNSRAT (28.61%)
17. Teknik Sipil – UNSRAT (32.66%)
18. Teknologi Hasil Perikanan – UNSRAT (24.25%)
JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNSRAT (26.71%)
2. Ekonomi Akuntansi – UNSRAT (37.5%)
3. Ekonomi Manajemen – UNSRAT (37.65%)
4. Ekonomi Pembangunan – UNSRAT (34.53%)
5. Ilmu Administrasi Negara – UNSRAT (30.31%)
6. Ilmu Administrasi Niaga – UNSRAT (29.53%)
7. Ilmu Hukum – UNSRAT (33.59%)
8. Ilmu Komunikasi – UNSRAT (33.15%)
9. Ilmu Pemerintahan – UNSRAT (34.06%)
10. Ilmu Politik – UNSRAT (27.40%)
11. Ilmu Sejarah – UNSRAT (27.03%)
12. Sastra Indonesia – UNSRAT (25.62%)
13. Sastra Jepang – UNSRAT (27.66%)
14. Sastra Jerman – UNSRAT (27.53%)
15. Sosiologi – UNSRAT (29.21%)
XI. INSTITUT PERTANIAN BOGOR
JURUSAN IPA
  1. Agronomi dan hortikultura (49,8 %)
  2. Arsitektur lansekap (38,6%)
  3. Biokimia (42,7%)
  4. Biologi (44,3%)
  5. Ekonomi sumberdaya dan lingkungan (36,4%)
  6. Ilmu dan teknologi kelautan (36 %)
  7. Kimia (33,1%)
  8. Komunikasi dan pengembangan masyarakat (30,2%)
  9. Konservasi sumberdayahutan& ekowisata (32,3%)
  10. Manajemen hutan (29,3 %)
  11. Statistika (48 %)
  12. Teknik mesin dan biosistem (35,2%)
  13. Teknologi hasil hutan (39,5%)
  14. Nutrisi dan teknologi pakan (38,3%)
  15. Teknologi produksi ternak (32,2%)
  16. Teknik sipil dan lingkungan (32,7%)
  17. Teknologi & manajemen perikanan budidaya (33,1%)
  18. Ekonomi dan studi pembangunan (31,1%)
  19. Ekonomi syariah (30,5%)
  20. Manajemen sumberdaya lahan (33,4%)
  21. Proteksi tanaman (32,7%)
  22. Manajemen sumberdaya perairan (35,3%)
  23. Teknologi hasil perairan (36,3%)
  24. Teknologi & manajemen perikanan tangkap (33,3%)
  25. Silvikultur (32,2%)
  26. Meteorologi terapan (31,6%)
  27. Matematika (44,7%)
  28. Fisika (38,2%)
  29. Ilmu keluarga dan konsumen (31,3%)
XII.UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
JURUSAN IPA
  1. PENDIDIKAN MATEMATIKA – UPI (48,5%)
  2. PENDIDIKAN FISIKA– UPI (39,2%)
  3. PENDIDIKAN BIOLOGI– UPI (42,5%)
  4. PENDIDIKAN KIMIA– UPI (41,3%)
  5. PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER– UPI (46,7%)
  6. MATEMATIKA– UPI (33,4%)
  7. FISIKA– UPI (35,5%)
  8. BIOLOGI– UPI (32,4%)
  9. KIMIA– UPI (33,2%)
  10. ILMU KOMPUTER– UPI (42,3%)
  11. PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKT– UPI (32,5%)UR
  12. PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN– UPI (31,4%)
  13. PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO– UPI (30,1%)
  14. PENDIDIKAN TEKNIK MESIN– UPI (33,2%)
  15. TEKNIK ELEKTRO– UPI (29,5%)
  16. PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGRO INDUSTRI – UPI (30,1%)
  17. TEKNIK SIPIL– UPI (29,1%)
  18. INTERNATIONAL PROGRAM ON SCIENCE OF EDUCATION (IPSE) – UPI (31,3%)
  19. TEKNIK ARSITEKTUR– UPI (31,2%)
JURUSAN IPS
  1. ADMINISTRASI PENDIDIKAN – UPI (33,3%)
  2. BIMBINGAN DAN KONSELING – UPI (40,2%)
  3. PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH – UPI (33,4%)
  4. PENDIDIKAN LUAR BIASA – UPI (30,1%)
  5. TEKNOLOGI PENDIDIKAN – UPI (32,3%)
  6. PSIKOLOGI – UPI (38,7%)
  7. PKN– UPI (31,2%)
  8. PENDIDIKAN SEJARAH– UPI (30,3%)
  9. PENDIDIKAN GEOGRAFI – UPI (34,3%)
  10. ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM – UPI (32,5%)
  11. MANAJEMEN RESORT DAN LEISURE – UPI (30,2%)
  12. MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA – UPI (30,4%)
  13. MANAJEMEN INDUSTRI KATERING – UPI (31,7%)
  14. PENDIDIKAN BHS.DAN SASTRA INDONESIA – UPI (37,4%)
  15. PENDIDIKAN BAHASA DAERAH – UPI (36,3%)
  16. PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS – UPI (40,8%)
  17. PENDIDIKAN BAHASA ARAB– UPI (35,3%)
  18. PENDIDIKAN BAHASA JEPANG – UPI (35,5%)
  19. PENDIDIKAN BAHASA JERMAN – UPI (32,4%)
  20. PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS– UPI (33,2%)
  21. BAHASA DAN SASTRA INGGRIS– UPI (38,3%)
  22. BAHASA DAN SASTRA INDONESIA – UPI (35,3%)
  23. PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA– UPI (29,3%)
  24. PENDIDIKAN TATA BOGA – UPI (28,2%)
  25. PENDIDIKAN TATA BUSANA– UPI (30,3%)
  26. PENDIDIKAN AKUNTANSI – UPI (36,8%)
  27. PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS– UPI (36,2%)
  28. PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN – UPI (34,9%)
  29. PENDIDIKAN EKONOMI – UPI (38,3%)
  30. MANAJEMEN – UPI (42,3%)
  31. AKUNTANSI – UPI (40,6%)
  32. PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI– UPI (32,3%)
  33. PENDIDIKAN IPS– UPI (36,3%)
  34. PENDIDIKAN SOSIOLOGI– UPI (34,3%)
  35. PGSD KAMPUS CIBIRU– UPI (30,3%)
  36. PGPAUD KAMPUS CIBIRU– UPI (32,5%)
  37. PGSD KAMPUS SUMEDANG– UPI (28,3%)
  38. PGSD KAMPUS PURWAKARTA– UPI (26,3%)
  39. PGSD KAMPUS TASIKMALAYA– UPI (27,3%)
  40. PGSD KAMPUS SERANG– UPI (27,1%)
  41. PGSD KAMPUS BUMI SILIWANGI– UPI (29,3%)
  42. PGPAUD KAMPUS BUMI SILIWANGI– UPI (29,8%)
  43. ILMU KOMUNIKASI– UPI (24,3%)
Tetapi, walaupun nilai passing grade tersebut fluktuatif. Salah satu kunci untuk dapat Lolos SBMPTN tersebut adalah dengan mengetahui prediksi dari nilai passing grade jurusan yang dipilih. Caranya yaitu dengan membandingkan nilai  saat TO (try out) mengerjakan soal sbmptn dengan nilai passing grade, karena biasanya setiap sekolah/madrasah memberikan TO SBMPTN bagi siswa-siswinya. Demikian info mengenai Passing Grade SBMPTN © infoSBMPTN.COM