Adsense

Showing posts with label DID YOU KNOW ?. Show all posts
Showing posts with label DID YOU KNOW ?. Show all posts

Monday, January 4, 2016

Pengumuman Indikasi Penipuan Jalur Masuk UI



Universitas Indonesia tidak melakukan kerjasama dengan pihak manapun dalam penerimaan mahasiswa baru. Seluruh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru yang resmi hanya dikeluarkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru.


Mohon kewaspadaannya pada pihak-pihak yang mengatasnamakan UI dan menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI.

Kantor Humas dan KIP UI

sumber : http://www.ui.ac.id/notice/pengumuman-indikasi-penipuan-jalur-masuk-ui.html
sumber gambar : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/2/27/Logo-ui-no_frame_lightbackground.png

Saturday, January 2, 2016

Kampus Buka Pintu Sosialisasi SNMPTN




PADANG - Akhir tahun ini merupakan masa yang tepat bagi sekolah dan siswa SMA mencari tahu tentang peluang kuliah tahun depan. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi kampus dan bertanya tentang proses seleksi masuk di sana.


Bahkan, Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), membuka kesempatan kepada SMA/SMK di Indonesia berdialog dengan pimpinan kampus terkait Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unand, Syafwardi menjelaskan, kesempatan tersebut memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Bagi Unand, ujar Syafwardi, tentunya kunjungan ini akan memudahkan dalam sosialisasi SNMPTN atau SBMPTN serta dalam promosi kampus. Sedangkan bagi sekolah hal ini akan membuka cakrawala pengetahuan siswa tentang kampus termasuk melihat dan merasakan suasananya.
"Proses SNMPTN cukup rumit bila dijabarkan. Melalui dialog dengan sekolah hal ini akan menjadi mudah dipahami," imbuhnya.

Syafwardi mengimbuhkan, pengalaman terdahulu memperlihatkan, banyak sekolah gagal mendaftarkan siswanya mengikuti SNMPTN karena berbagai hal sepele. Permasalahannya, imbuh Syafwardi, karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman dari materi yang diberikan saat sosialisasi.

"Dialog ini dapat mencegah hal tersebut. Dan permasalahan semisal kesulitan pada pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah juga akan teratasi," imbuh Syafwardi.

Dia memastikan, semua sekolah baik dalam maupun luar Sumbar bahkan hingga luar negeri dapat berkunjung dan berdialog dengan pimpinan Unand. Dengan catatan, telah mengurus administrasi dan pemberitahuan dengan rentang waktu sebelum berkunjung.

"Biasanya rektor, wakil rektor, kepala biro bahkan pimpinan fakultas akan menjadi narasumber dalam dialog tersebut," ujarnya.

Sementara itu guru di salah satu SMA negeri kota Padang, Rhama mengapresiasi langkah Unand dalam membuka kesempatan sekolah berdialog ini. Menurutnya hal ini dapat membantu sekolah dan siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi SNMPTN.

"Khusus bagi siswa, ini dapat memotivasi untuk belajar lebih giat demi masuk perguruan tinggi favorit," katanya.

(rfa)

sumber : http://news.okezone.com/read/2015/12/28/65/1276072/kampus-buka-pintu-sosialisasi-snmptn 
sumber gambar : www.pendidikanindonesia.com

Friday, January 1, 2016

MEA, Indonesia Defisit 30 Ribu Insinyur


Ilustrasi: ShutterstockJAKARTA - Tahun baru sudah dimulai. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 pun di depan mata. Namun, Indonesia belum sepenuhnya siap, misalnya dalam bidang teknik.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2015-2018 Hermanto Dardak secara terbuka mengakui bahwa Indonesia sampai sekarang kekurangan tenaga profesional insinyur untuk menghadapi MEA. "Kami akui, Indonesia masih kekurangan (insinyur), baik jumlah maupun 'skill' yang harus dimiliki untuk menghadapi MEA dan pasar global," kata Hermanto dalam Refleksi Akhir Tahun 2015 di Jakarta.


Sampai saat ini, Indonesia hanya memiliki 750 ribu insinyur, tetapi tidak semua bekerja di bidangnya atau yang bekerja menjadi insinyur hanya 40 persen. Padahal, katanya, permintaan insinyur mencapai sekira 120 ribu orang pada lima tahun ke depan (2015-2019). Keberadaan mereka diperlukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dalam periode yang sama senilai Rp5.500 triliun.
"Sehingga diperlukan tambahan insinyur baru 65 ribu orang per tahun namun baru terpenuhi sekira 35 ribu insinyur saja per tahun. Artinya, kita kekurangan sekira 30 ribu insinyur setiap tahun," imbuhnya.

Hermanto menyebut, saat ini Indonesia hanya memiliki 3.000 insinyur per satu juta penduduk. Sedangkan di negara lain, seperti di ASEAN, jumlahnya sudah di atas 4.000 orang per satu juta penduduk. Meski begitu, lanjut Hermanto, pihaknya yakin bahwa para insinyur Indonesia mampu bersaing dan berkompetisi secara global, asalkan diberi kepercayaan dan ruang tantangan yang sama.
"Dari 750 ribu insinyur itu, lebih dari 10 ribu sudah tersertifikasi dan yang memiliki sertifikat global sekira 1.900 insinyur. Ini harus ditingkatkan dari waktu ke waktu," tegasnya.

Tidak hanya itu, tambah Hermanto, bersama pemerintah harus didorong sosialisasi agar minat generasi muda untuk tertarik pada keinsinyuran dengan cara memilih pendidikan teknik dan setelah lulus berprofesi sebagai insinyur.

"Sampai sekarang mahasiswa teknik dan pertanian di Indonesia hanya 15 persen dari total mahasiswa. Malaysia 24 persen, Vietnam 25 persen, Korea 33 persen dan Tiongkok 38 persen," katanya.
Dewan Insinyur Anggota Dewan Pakar PII, Rully Chairul Azwar untuk melakukan percepatan, pemerintah harus secepatnya membentuk Dewan Insinyur Indonesia (DII) sebagai amanat UU No 11/2014 tentang Keinsinyuran.

"UU mengamanatkan, pada April 2016 harus sudah ada DII yang antara lain bertugas membuat regulasi sebagai bahan pijakan PII bekerja," kata Rully.

Menurut Rully ke depan adalah eranya insinyur dan trennya adalah para insinyur itu akan makin profesional karena setiap produksi/karya insinyur akan teregistrasi dengan baik.
"Semua insinyur akan memiliki semacam log book. Makin bagus dia, maka dia akan makin naik grade-nya dan makin dicari," kata Rully.

(rfa)


sumber : http://news.okezone.com/read/2016/01/01/65/1278773/mea-indonesia-defisit-30-ribu-insinyur

Friday, December 25, 2015

Siap Ujian tanpa Stres, Caranya?



Buat kamu yang sekarang duduk di kelas 12, mungkin saat ini sedang harap-harap cemas. Maklum saja, kamu pastinya tengah bersiap-siap untuk menghadapi ujian nasional (UN). Apalagi, ujian tersebut menjadi penentu layak atau tidaknya kamu melepaskan status sebagai siswa SMA. Tidak berhenti sampai di situ saja, ketika berhasil lulus, kamu nantinya juga harus berjuang keras agar bisa duduk di bangku universitas. Kamu bakal dituntut mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Benar-benar repot, bukan?



Semua keadaan itu tentunya akan membuat stres kamu semakin berat. Tidak hanya kamu, orang tuamu mungkin juga ikut merasakan stres karena sangat mengharapkan anaknya bisa lulus sekolah dengan nilai terbaik dan kemudian melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi favorit. Setiap tahun UN seakan menjadi semacam momok bagi sebagian besar siswa yang hendak mengakhiri masa-masanya mengenakan seragam putih abu-abu. Lantas, untuk menghadapi itu semua, apa sebaiknya yang kita lakukan?

Adapun yang terjadi selama ini siswa-siswa kelas 12 biasanya sudah mulai mempersiapkan diri dengan berbagai macam strategi untuk menyambut UN sejak memasuki semester pertama tahun ajaran baru. Orang tua pun biasanya sudah mulai ketat dalam mengawasi putra-putrinya belajar di rumah dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi. Selain mengikuti berbagai pelajaran tambahan di sekolah dan menambah jam belajar di rumah, siswa kelas 12 juga mulai memikirkan untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) yang bertebaran di sekeliling kita. Semua upaya tersebut tentunya diharapkan dapat membuat kita memiliki bekal yang memadai untuk menjawab soal-soal diajukan, baik dalam UN maupun SBMPTN.

Faiz (19 tahun) punya pengalaman soal stres yang dihadapi menjelang kelulusannya. Dia menyebut, tekanan yang dihadapi siswa kelas akhir SMA bukan sekadar soal ketatnya aturan belajar di rumah ataupun padatnya jadwal bimbel yang harus dijalani. Menurut dia, adanya paksaan orang tua terhadap pilihan putra-putrinya untuk memasuki perguruan tinggi tertentu juga ikut menambah beban psikis.

"Saya berpendapat, kita harus diberi kebebasan untuk memilih perguruan tinggi sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Orang tua mestinya memahami bahwa kita pun berhak menentukan masa depannya sendiri," ujar mahasiswa semester pertama Politeknik Negeri Jakarta itu. Faiz juga menyayangkan tidak adanya pembekalan khusus yang diberikan pihak sekolah (SMA) kepada para siswa kelas 12 dalam menghadapi SBMPTN. Bahkan, ketika ia menanyakan ke guru-guru di sekolahnya tentang kiat-kiat menembus perguruan tinggi, mereka malah menjawab, "Silakan kamu cari sendiri solusinya karena tanggung jawab kami hanya sampai UN."

Rafi (18) mengaku merasakan betul stres saat hendak mengadapi UN 2015 beberapa bulan lalu. Tidak hanya dituntut mengerjakan tugas yang seabrek banyaknya, ia juga harus pintar-pintar membagi waktu untuk mengikuti kursus dan persiapan SBMPTN. Untungnya Rafi bisa menyelesaikan UN dengan baik, walaupun saat ini ia belum berhasil masuk ke perguruan tinggi idamannya.

"Saya akan coba kembali mengikuti SBMPTN untuk kedua kalinya tahun depan. Tentunya dengan tekanan dan beban psikis yang jauh berkurang dari sebelumnya," ujar alumnus SMA 51 Jakarta Timur itu yang kini sedang mengambil program diploma 1 di salah satu kampus di Ibu Kota.
N ed: endah hapsari

***
Ingatlah Ini
Psikolog sekaligus pemerhati masalah pendidikan, Roslina Verauli, menuturkan, ada beberapa hal penting yang mesti diingat setiap siswa kelas 12 saat menjalani tahun terakhirnya di SMA. Apa saja? Simak yuk....

1. Jangan belajar melulu
Persiapan yang dilakukan siswa menjelang UN tidak berarti membuat kita meninggalkan sama sekali berbagai aktivitas lain yang berhubungan dengan pengembangan potensi diri. Ketika menjalani masa-masa terakhir di SMA, kata dia, siswa kelas 12 tidak hanya mempunyai kewajiban belajar.

Kita masih bisa menjalani kegiatan lain untuk mengembangkan minat dan bakat, seperti berolahraga, bermain musik, dan sebagainya. Belum lagi, kita juga harus tetap dapat menikmati dan menjalankan kegiatan sosial lainnya sebagai remaja.

"Untuk itu, siswa kelas 12 perlu mengimbangi jadwal belajar dengan porsi untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Dengan cara begitu, persiapan yang dijalani nantinya tidak terlalu membuat mereka bosan atau tertekan," ujar Roslina.

2. Terbuka pada orang tua

Roslina juga menyarankan agar kita aktif berdialog dengan orang tua mencari solusi belajar efektif yang bisa diterapkan di luar jam sekolah. Dengan adanya dialog, kita bisa menyampaikan kepada orang tua target apa saja yang hendak dicapai serta kegiatan atau program seperti apa yang dapat kita jalankan sesuai kemampuan dan kenyamanan kita.

3. Pertimbangkan kursus atau bimbel
Siswa akhir SMA juga harus mempertimbangkan kesiapan dirinya sebelum memutuskan menjalani jadwal tambahan, seperti kursus ataupun bimbel. Karena, hal itu sudah barang tentu bakal memengaruhi tingkat kepadatan jadwal kita sehari-hari.

Apalagi, buat remaja yang tinggal di kota besar, kemacetan lalu lintas sudah dapat dipastikan bakal ikut menyita waktu kita saat pergi ke tempat bimbel. Situasi semacam itu pada akhirnya malah membuat siswa semakin stres. Oleh karena itu, ada baiknya siswa memikirkan program belajar tambahan yang efisien dan tidak membuat kita terlalu lelah.

4. Motivasi diri
Hal yang tak kalah penting, siswa kelas 12 juga harus meningkatkan motivasi dalam diri sendiri untuk meraih cita-cita di masa depan. Mengingat kembali cita-cita positif yang selama ini diidam-idamkan diyakini dapat menjadi semacam tambahan semangat baru bagi remaja untuk belajar lebih giat. "Ketika motivasi dari dalam diri itu sudah meningkat, mengikuti belajar tambahan tidak lagi dianggap beban, tetapi justru sebagai satu kegiatan yang menyenangkan," kata Roslina.

5. Fasilitas pendukung
Jika diperlukan, kamu juga bisa mendapatkan bantuan lewat sejumlah fasilitas pendukung. Nah, salah satu solusi untuk mengatasi rasa stres menjelang ujian adalah lewat Quipper Video.

Inilah program belajar yang mengusung platform e-learning online yang dapat menjadi solusi bagi para siswa kelas 12 dalam mempersiapkan diri menghadapi UN dan SBMPTN. "Quipper Video memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi setiap siswa untuk menyerap materi pelajaran di manapun dan kapan pun. Dengan begitu, mereka bisa mengatur jadwal belajar dan berkegiatan dengan lebih leluasa," ujar Marketing Manager Quipper Ltd, Tri Nuraini.

N ed: endah hapsari

sumber berita : http://www.republika.co.id/berita/koran/gen-i/15/11/27/nygx4h5-siap-ujian-tanpa-stres-caranya

Monday, December 21, 2015

Kriteria Siswa Penerima Bidikmisi

JAKARTA - Siapa yang tidak mau mendapatkan beasiswa, apalagi beasiswa itu untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi. Namun dalam proses untuk mendapatkan beasiswa tersebut, ada sejumlah persyaratan yang diminta oleh lembaga bagi calon penerimanya.


Program beasiswa Bidikmisi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) ini, misalnya. Sejak 2010, sudah ratusan ribu beasiswa yang mereka salurkan kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Simak baik-baik persyaratan untuk program Bidikmisi seperti dikutip dari Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi tahun lalu berikut ini (kemungkinan besar untuk tahun 2016 hampir sama) . Siapa tahu, kamu adalah kandidatnya.

1. Calon penerima beasiswa adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK atau siswa sederajat lainnya yang akan lulus pada 2015;

2. Siswa lulusan tahun 2014 yang bukan penerima beasiswa Bidikmisi dan tidak memiliki rapor merah dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi;

3. Usia maksimal 21 tahun;

4. Tidak mampu secara finansial, seperti :
a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM)
b. Siswa yang memegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau semacamnya.
c. Pendapatan kotor dari orangtua bila digabungkan maksimal Rp3 juta per bulan. Itu merupakan pendapatan dalam satu tahun terakhir untuk pekerjaan nonformal/informal, atau
d. Pendapatan kotor dari orangtua yang dibagi dengan anggota keluarga menjadi Rp750 ribu setiap bulannya.

5. Pendidikan orang tua maksimal S1 (STrata 1) atau Diploma 4;

6. Memiliki potensi dalam bidang akademis sesuai dengan rekomendai dari kepala sekolah;

7. Calon penerima beasiswa boleh memilih satu PTN atau PTS, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. PTN, melalui Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN) dan Seleksi Mandiri di satu PTN
b. PTS, dengan seleksi masuk satu PTS.
Semoga berhasil!

(rfa)

Thursday, December 10, 2015

Solusi Cerdas dan Mudah untuk Lengkapi Pendidikan Anak

Liputan6, Jakarta Sulitnya orang tua mencari guru privat bagi putra maupun putrinya menjadi masalah yang sering muncul di masyarakat.


Meski banyak bimbingan belajar yang menyediakan guru privat, orang tua sering kali dibuat bingung dengan kriteria yang diinginkan sang buah hati. Mulai dari mata pelajaran yang dipilih, lokasi belajar yang ingin bergonta-ganti, hingga jadwal belajar yang lebih fleksibel.
Karena pendidikan anak merupakan faktor utama meraih masa depan yang cerah, tak heran setiap orang tua selalu berusaha memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Untuk membantu para orang tua menyiapkan pendidikan tambahan bagi buah hatinya melalui guru privat telah hadir sebuah website yang dapat menghubungkan antara orang tua, murid, dan calon guru privat untuk saling berkomunikasi dan memberikan pelajaran di luar sekolah, bernama ruangguru.com.

Sebagai website penyedia jasa guru privat berkualitas dan terluas di Indonesia,ruangguru.com memiliki lebih dari 11 ribu guru privat yang tersebar di seluruh kota-kota di Indonesia dengan berbagai latar belakang pendidikan. Kehadiran website ini diharapkan dapat membantu orang tua menemukan guru privat yang sesuai dengan harapan, kompetensi, dan keinginan anak.

Selain menawarkan guru privat untuk mata pelajaran yang masuk ujian nasional (Matematika, Fisika, dan Bahasa), ruangguru.com juga memiliki deretan guru privat di bidang ketrampilan seperti musik, seni, programmer hingga beberapa cabang olahraga.
Untuk kelas privat yang pertama Anda bisa mendapatkannya secara gratis dan memilih pengajar sesuai kompetensi yang Anda butuhkan.
Lokasi kelas privat bebas Anda pilih dengan waktu yang lebih fleksibel. Bila Anda kurang puas dengan guru privat yang mengajar, ruangguru.com menyediakan refund policy 100 persen yang berlaku pada pertemuan pertama paket belajar.

Tak hanya memberikan informasi mengenai guru privat, di website ini Anda dapat bergabung di kelas pilihan seperti TOEFL, IELTS, SNMPTN, A-LEVEL. Kelas yang tentunya sangat bermanfaat untuk mempersiapkan diri Anda ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Ingin menambah ilmu di bidang tertentu? Anda bisa juga mengikuti berbagai program kursus yang disediakan ruangguru.com. Program kursus ini termasuk dalam bagian kelas berkelompok, dimana kelas ini berbentuk seminar, workshop, pelatihan dan kegiatan sejenis.

Ruangguru,com tidak hanya bermanfaat bagi orang tua yang mencari guru les privat untuk anaknya, maupun Anda pribadi yang ingin memperdalam suatu bidang ilmu. Mereka yang memiliki cita-cita dan memiliki kompetensi sebagai pendidik juga dapat mendaftarkan diri sebagai guru les privat.

Tri Mumpuni, salah satu orang tua murid mengatakan bahwa keberadaan ruangguru.com memberi harapan baru bagi keluarga yang sibuk!
"Gurunya sepenuh hati mengajar, sangat efektif untuk membangkitkan semangat belajar anak Saya," ujar Tri.

Senada dengan Tri, Veronica yang memilih guru privat untuk anaknya di bidang musik merasa bangga anaknya menjadi mahir bermain terompet. Sedangkan Rusydan yang memilih kelas pilihan IELTS, merasa puasa dengan metode pengajaran yang diberikan.
"Saya dapat guru IELTS yang tahu persis dengan kebutuhan saya. Penjelasannya elaboratif dan juga mudah dipahami," jelas Rusdyan.

Jika sebelumnya pendidikan menjadi hal yang membosankan, maka dengan keberadaan ruangguru.com membuat orang tua, murid, dan guru akan berusaha sekreatif dan terampil mungkin melaksanakan perannya.

Sumber berita : http://lifestyle.liputan6.com/read/2233963/solusi-cerdas-dan-mudah-untuk-lengkapi-pendidikan-anak

Tuesday, December 8, 2015

Pelajar Asal Solo Jadi Mahasiswa Termuda UGM 2015

Liputan6, Solo - Meski baru berusia 14 tahun seorang pelajar asal Solo, Jawa Tengah berhasil diterima sebagai mahasiswa di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mahasiswa seusia siswa SMP ini bernama Aldo Meola Geraldino. Ia tercatat sebagai mahasiswa termuda UGM untuk tahun ini.


Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (18/8/2015), kehadiran siswa kelahiran Solo 19 Desember 2000 ini menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Hingga Aldo diundang untuk maju ke depan dan berdialog.

Aldo mengikuti program akselerasi saat mengenyam pendidikan di SD, SMP, dan SMA. Aldo diterima di Fakultas Kedokteran UGM di usianya yang ke-14 tahun 8 bulan. Seperti kebanyakan mahasiswa lain, ia diterima melalui jalur ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN.

"Dasarnya saya suka sains sih. Hypno murni. Jadi ya ingin lebih tahu," kata Aldo. Meski usianya jauh di bawah teman-teman kuliahnya, Aldo yakin tidak akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dan mencapai cita-citanya. (Mar/Ado)

Sumber : http://tv.liputan6.com/read/2296445/pelajar-asal-solo-jadi-mahasiswa-termuda-ugm-2015

Tips Jika Tidak Lulus SBMPTN

SELEKSI Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 sudah usai. Tidak semua peserta akan beruntung karena keterbatasan kuota kursi yang ditetapkan kampus negeri.
Nah, sambil menunggu hasil ujian, kamu bisa menyusun rencana berikutnya. Dengan begitu, kamu sudah tahu apa yang akan dilakukan jika ternyata masih belum beruntung di SBMPTN.

Kampus Okezone, Rabu (17/6/2015) merangkum berbagai alternatif yang biasa dilakukan usai SBMPTN.
Ujian Mandiri
Jika sangat berminat masuk kampus negeri, kamu bisa mengikuti ujian mandiri di PTN-PTN pilihan. Ini adalah jalur terakhir yang bisa kamu tempuh untuk menjadi mahasiswa kampus negeri tahun ini.
Daftar di kampus swasta
Kamu bisa juga mendaftar dan mengikuti ujian masuk di berbagai kampus swasta. Langkah ini bisa menjadi rencana cadangan jika kamu tidak lulus SBMPTN namun ingin segera kuliah.
Kursus
Asah keterampilanmu dengan mengikuti berbagai kursus. Ada banyak program kursus yang bisa kamu pilih, seperti bahasa asing, komputer, memasak dan menjahit.
Bimbingan belajar
Alternatif ini cocok buat kamu yang masih penasaran menembus seleksi kampus negeri. Kamu bisa mengikuti bimbingan belajar selama setahun untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian SBMPTN tahun depan.
Bekerja
Pilihan ini banyak diambil lulusan SMK karena mereka telah memiliki bekal keterampilan. Tetapi, banyak juga lulusan SMA/MA yang memilih bekerja sambil menunggu kesempatan ujian berikutnya. Selain untuk mengisi waktu, kamu juga bisa mendapat uang sendiri dengan bekerja.
Menikah
Menikah adalah terbaik untuk menghindari pergaulan bebas. Selain itu, kamu tetap bisa kuliah meski sudah berstatus sebagai suami atau istri.
(rfa)

Sumber berita : http://news.okezone.com/read/2015/06/17/65/1166645/tips-jika-tidak-lulus-sbmptn


Sumber gambar : smeaker.com

Monday, December 7, 2015

Rendahnya IP Mahasiswa Jalur SNMPTN Disebut Indikasi Manipulasi Nilai Rapor

SURYA | SURABAYA - Indeks Prestasi (IP) mahasiswa yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan lebih rendah daripada IP mahasiswa dari jalur ujian tulis atau SBMPTN. Hal ini menjadi sorotan dalam pertemuan rektor se-Indonesia pekan lalu.
Menurut Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Moh Nasih MT Ak bisa jadi ada indikasi manipulasi nilai rapor yang dilakukan sekolah untuk ‘mengatrol’ nilai-nilai siswa agar lolos seleksi jalur undangan.
Sedangkan seleksi mahasiswa lewat jalur SBMPTN menunjukkan kemampuan mahasiswa sesungguhnya setelah melewati seleksi yang lebih ketat dan terstandar melalui tes tulis yang dilaksanakan secara serempak
“Dalam pertemuan itu, kami mengadakan analisis dan evaluasi secara nasional. Ada yang merasa seperti itu karena ada indikasinya. Kalau siswa mendapat nilai 7, ya, semestinya harus ditulis 7 dalam rapor. Bahkan di Palembang, ada yang menemukan seorang siswa memiliki tiga rapor. Jadi, rapornya itu gonta-ganti dari kelas satu sampai tiga,” tutur Prof Nasih.
Selain itu, kata Prof. Nasih, adanya disparitas pendidikan antar-daerah membuat perguruan tinggi tak bisa menjadikan nilai rapor sebagai satu-satunya tolok ukur. Sebab, bisa jadi, sistem pembelajaran yang diterapkan tiap sekolah berbeda.
Ia mencontohkan bahwa nilai 9 yang didapat oleh siswa SMA di Surabaya memiliki perbedaan kualitas dengan nilai 9 yang didapat oleh siswa SMA di Pacitan.
Untuk itu, dia menghendaki penerimaan mahasiswa baru jalur undangan memiliki variabel lainnya sebagai tolok ukur penilaian.
Di Unair, misalnya, selain penggunaan nilai rapor, juga menggunakan kiprah alumni sekolah asal yang diterima di Unair, dan prestasi akademik maupun non-akademik pendaftar sebagai pembobotan.
Selain itu agar pemerintah menetapkan ujian nasional sebagai salah satu pertimbangan penilaian masuk perguruan tinggi.
Guru Besar bidang Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menyayangkan apabila ujian nasional tidak dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi.
Sumber berita : http://surabaya.tribunnews.com/2015/11/24/rendahnya-ip-mahasiswa-jalur-snmptn-disebut-indikasi-manipulasi-nilai-rapor

3 Program Unggulan Pendidikan Diluncurkan di Indonesia

Liputan6, Jakarta - Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) atau Organisasi Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara, resmi meluncurkan 3 program andalannya. 3 Program tersebut yakni Seameo Smart CitySeameo Star Village, danCoffe Table Book.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menjabarkan 3 program unggulan itu. ‎Pertama, Seameo Smart City merupakan program yang memanfaatkan pembelajaran digital, melalui teknologi informasi komunikasi di sekolah yang menekankan kreativitas dan kolaborasi.

"‎Inti program Smart City, kita ingin menanamkan nilai pembelajaran ICT (Information and Communication Technology) di sekolah-sekolah, agar bisa menguasai kurikulum abad ke-21 dengan ICT. Nilai tambahnya bahwa anak-anak didik ketika mengakses internet dapat informasi tentang pendidikan," ujar Anies di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Anies sebelumnya telah meresmikan program Smart City di 81 sekolah di Bandung, Jawa Barat. Sekitar 3 ribu siswa telah mengikuti ulangan melalui jaringan internet.

"Kemendikbud sudah melatih tim ICT di seluruh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan). Jadi akan ada sekolah dengan sistem nilai ICT, dimulai dengan ulangan harian online, semisal di Bandung," tutur dia.‎

Sedangkan program Seameo Star Village, lanjut Anies, yaitu pengembangan model pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Adapun program coffe table bookyakni membangun warisan pendidikan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Asia Tenggara.

Seameo ‎merupakan organisasi internasional yang didirikan pada 30 November 1965. Organisasi ini didirikan untuk mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan, sains, dan budaya di Asia Tenggara melalui jaringan, kemitraan, dan forum antara pembuat kebijakan dan para ahli. Termasuk, promosi pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.

"Seameo ini didirikan di Bangkok pada 30 November 1965, sebelum ASEAN didirikan. Yakni dengan 5 negara yaitu Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Program ini merupakan satu langkah visioner Asia Tenggara yang disatukan lewat pendidikan,"‎ pungkas Anies. (Rmn/Sun)

Sumber : http://news.liputan6.com/read/2335764/3-program-unggulan-pendidikan-diluncurkan-di-indonesia

Menristek Dikti: Penerimaan Mahasiswa Jalur SNMPTN Dikaji Ulang

Liputan6, Ambon - Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan mengkaji ulang proses penerimaan mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang dinilai tidak lebih baik dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).


"Setelah mendapatkan masukan dari para rektor, saya minta evaluasi SNMPTN. Dari hasil evaluasi tersebut akan kami kaji lebih dalam proporsi ke depannya seperti apa," kata Menristek Dikti Muhammad Nasir seperti dilansir Antara, Sabtu (10/10/2015).

Nasir yang ditemui usai menghadiri pertemuan tertutup Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengatakan, berdasarkan laporan kajian sementara SNMPTN dan SBMPTN, kualitas mahasiswa di 2 jalur rekruitmen tersebut sangat berbeda.

Nasir menjelaskan, kualitas dan prestasi akademik mahasiswa yang diterima melalui jalur tes SBMPTN jauh lebih baik, dibandingkan dengan mahasiswa yang berhasil kuliah melalui jalur SNMPTN.

Padahal, kata Nasir, proses penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN mengandalkan besaran prestasi akademik, kesenian, dan olahraga yang dinilai dari buku laporan pendidikan (rapor) semasa duduk di bangku SMA.

"Saya melihat laporan sementara, SBMPTN dilihat dari prestasi akademik (mahasiswa) lebih baik dari SNMPTN, ini yang harus kami kaji. Apakah karena pengukuran SNMPTN tidak jelas atau bagaimana," tanya dia.

Hasil evaluasi proses SNMPTN, kata Nasir, akan menentukan alokasi penerimaan mahasiswa di jalur tersebut, besar kemungkinan tidak lagi 50% dari total jumlah mahasiswa baru yang harus diterima perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.

Terkait evaluasi, menurut Nasir, ada pertimbangan lain yakni kemungkinan alokasi penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN akan disamakan atau bahkan lebih sedikit dari SBMPTN yang hanya 30% dari total jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun.

"Jumlahnya berapa persen akan dipertimbangkan, apakah nanti 40:40 atau 60:20 masih akan dikaji," pungkas Nasir. (Ant/Ron/Rmn)

Sumber berita : http://news.liputan6.com/read/2337618/menristek-dikti-penerimaan-mahasiswa-jalur-snmptn-dikaji-ulang

Sunday, December 6, 2015

Batuk, Kode Curang saat Ujian SBMPTN

MAJENE – Banyak cara dilakukan peserta ujian tulis SBMPTN 2015 untuk mendapat bocoran kunci jawaban soal ujian. Bahkan, terdapat calon mahasiswa yang melakukannya dengan memunculkan kode-kode tertentu, seperti sambil batuk.

Senin 8 Juni 2015, panitia SBMPTN di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), mengumpulkan seluruh pengawas lokasi dan pengawas ruangan yang terdiri dari dosen Unsulbar serta guru SMA/SMK di Majene.
Pada pertemuan pemantapan untuk pengawasan ujian, panitia diminta lebih awas terhadap peserta ujian yang memanfaatkan peluang untuk mencontek atau mengunakan jasa joki membocorkan jawaban soal ujian.
Wakil Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad Saad, meminta kepada para pengawas untuk lebih ketat mengecek seluruh peserta yang melaksanakan SBMPTN. Pengawas maupun panitia harus mengawasi segala gerak-gerik peserta untuk memastikan pelaksanaan ujian berlangsung jujur.
“Saya meminta pengawas mencatat jika ada peserta ujian SBMPTN yang mencurigakan,” katanya di Majene, Senin (8/6/2015).
Saad, yang juga doktor ilmu politik, mengingatkan kepada pengawas untuk teliti terhadap sejumlah pergerakan peserta ujian, misalnya batuk yang disengaja. Gerakan itu bisa menjadi bagian dari kode mencuri kesempatan berbuat curang dalam pelaksanaan ujian.
“Batuk-batuk peserta ujian yang berirama atau ketukan pensil itu patut diwaspadai. Karena, macam-macam cara yang dilakukan bagi yang mau curang. Jadi, pengawas harus jeli melihat itu,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum SBMPTN 2015 Rochmat Wahab mengatakan, perbuatan curang calon mahasiswa saat mengikuti ujian SBMPTN terkadang dilakukan dengan nekat. Pada pelaksanan SBMPTN 2014 di UIN Yogyakarta, seorang calon mahasiswa yang mengunakan jam tangan mendapat bocoran soal ujian dari jam tangan yang dikenakan dari seorang joki.
“Tahun lalu seorang mahasiswa ditangkap di UIN Yogya. Saat ujian, mahasiswa itu mendapat kiriman jawaban melalui jam tangan yang ada HP Mito-nya. Oleh karena itu, pada SBMPTN kali ini semua jam tangan, HP, dan tas ditaruh di depan ruangan ujian,” kata Rochmat kepada Okezone.
(MSR)

Sumber berita : http://news.okezone.com/read/2015/06/08/65/1162103/batuk-kode-curang-saat-ujian-sbmptn

Saturday, December 5, 2015

Joki SBMPTN Tertangkap Tangan

MAKASSAR – Asriani (25), tertangkap basah menjadi joki Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) saat ujian hari pertama berlangsung di ruang 11, SMPN 30, Tamalanrea, Makassar, Selasa, (9/6/2015). Dia ketahuan menggantikan peserta ujian atas nama Musfira M, warga Maros dengan nomor tes 3158218990.

Kedok Asriani terbongkar saat hendak mengisi daftar hadir yang disiapkan panitia pengawas ujian sekira pukul 09.00 Wita. Tanda Tangan Asriani yang dibubuhkan di atas daftar hadir itu sedikit berbeda dengan tandatangan pada kartu tes atas nama Musfira M.
Nurlayla, salah seorang pengawas ujian di ruangan 11 itu mencurigai adanya perbedaan dua tandatangan tersebut sehingga Asriani yang merupakan alumni jurusan Sastra Perancis, Universitas Hasanuddin ini dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ternyata foto di KTP itu adalah foto Asriani yang ditempel se
adanya. Alhasil, Nurlayla pun melaporkan temuannya ke koordinator pengawas ujian.
Saat ini, Asriani masih dalam pemeriksaan intensif oleh panitia ujian di salah satu ruangan di lantai 2 Rektorat Universitas Hasanuddin. Selanjutnya Asriani akan diserahkan ke kepolisian.
(ful)

Sumber berita : http://news.okezone.com/read/2015/06/09/65/1162440/joki-sbmptn-tertangkap-tangan

Cara Kampus Menyeleksi Penerima Bidikmisi

JAKARTA - Seleksi penerima beasiswa Bidikmisi dilakukan perguruan tinggi. Setiap kampus pun memiliki metode masing-masing dalam seleksi ini.
Biasanya, seleksi penerima Bidikmisi disesuaikan dengan proses penyeleksian calon mahasiswa melalui berbagai jalur masuk seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Mandiri dan Seleksi Perguruan Tinggi Swasta.

Sesuai Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi Tahun 2015 seleksi calon mahasiswa penerima Bidikmisi bagi melalui jalur SNMPTN/SBMPTN dilakukan dengan merujuk terlebih dahulu pada pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, memiliki potensi dan prestasi yang baik dalam akademik. PTN juga memberikan pertimbangan khusus kepada pendaftar yang memiliki prestasi dalam bidang ekstrakurikuler setingkat kabupaten/kota.
Pertimbangan lain adalah, pendaftar Bidikmisi memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Beasiswa Siswa Miskin (BSM). Kampus juga bisa melakukan kunjungan ke alamat pendaftar Bidikmisi sebagai verifikasi fisik atas data yang diberikan pelamar beasiswa ini. Jika ditemukan kondisi yang tidak sesuai, maka pelamar tersebut akan diberi sanksi.
Proses penentuan penerima Bidikmisi ini diterapkan juga pada jalur Seleksi Mandiri dan Seleksi Masuk PTS. Namun, jika ada es lokal yang membutuhkan peserta untuk hadir pada Seleksi Mandiri, maka seluruh biaya baik biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh PTN.

Sumber berita :http://news.okezone.com/read/2015/02/26/65/1110789/cara-kampus-menyeleksi-penerima-bidikmisi

Thursday, December 3, 2015

Cara Baru untuk Sukses Ujian Nasional

Liputan6, Jakarta Menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN) sering kali membuat para siswa di kelas 12 merasa tertekan dan khawatir. Berbagai persiapan biasanya dilakukan sejak jauh-jauh hari, agar setiap siswa memiliki bekal yang mantap untuk dapat meraih nilai terbaik yang berbuah kelulusan.


Selesai UAS dan UN, mereka pun kembali dihadapkan pada ujian masuk perguruan tinggi negeri dan favorit. Jumlah kursi yang terbatas, memaksa setiap siswa harus berusaha meraih nilai terbaik untuk berhasil masuk perguruan tinggi.

Tekanan tak hanya dirasakan oleh siswa kelas 12, orang tua pun merasakan hal yang sama karena menyangkut biaya pendidikan dan masa depan anak.

Guna mendukung persiapan siswa kelas 12 mempersiapkan diri mengikuti ujian nasional dan mewujudkan harapan masuk perguruan tinggi impian, perusahaan teknologi yang berkantor pusat di London, Inggris, Quipper, Ltd. meluncurkan solusi e-learning baru bernama Quipper Video.

Perlahan tapi pasti, Quipper Video telah diperkenalkan di Indonesia sejak bulan Agustus 2015. Hingga saat ini, ribuan pelajar kelas 12 tercatat telah sebagai pelanggan Quipper Video.

Bertempat di CGV Blit Grand Indonesia, Sabtu (14/11), Quipper, Ltd. menggelar Grand Launching Quipper Video sebagai solusi e-learning di indonesia.

"Hari ini (Sabtu), dengan segala kesiapan yang telah kami kuasai, kami luncurkan Quipper Video untuk memberikan solusi alternatif bagi siswa kelas 12 yang tengah mempersiapkan diri untuk ujian nasional dan juga test ujian masuk ke perguruan tinggi idaman mereka," ujar Tri Nuraini, Marketing Manager Quipper, Ltd.

Tri Nuraini menjelaskan bahwa konten Quipper Video mencakup 10 mata pelajaran mulai dari Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dengan total lebih dari 220 jam video, 1000 topik belajar, dan lebih dari 4000 soal latihan yang akan terus ditambah secara berkala.
Ema Gladys, siswa kelas 12 dari Sekolah Bogor Raya yang telah menggunakan Quipper Video sejak bulan September mengatakan bahwa Quipper Video membuat belajar lebih efektif dan efisien.

"Saya merasa berada di dalam kelas, setiap kali mengakses Quipper Video, karena pelajaran diberikan oleh guru dengan menarik dan interaktif. Belajar secara online, membuat saya dapat mengatur jadwal sendiri," ujar Ema.

Platfom Online yang digunakan Quipper Video memberikan kemudahan bagi para siswa untuk bisa belajar dimanapun dan kapanpun, selama jaringan internet tersedia.
Untuk berlangganan Quipper, orang tua cukup mengeluarkan biaya paket tahun ajaran 2015/2016 sebesar Rp 380.000 untuk 10 bulan, atau sama dengan Rp 38.000 per bulan.
Siswa maupun orang tua murid dapat melakukan pendaftaran dengan mengakseshttps://video.quipper.com/

Sumber gambar : www.lensaindonesia.com

Sumber berita : http://news.liputan6.com/read/2368245/cara-baru-untuk-sukses-ujian-nasional

Monday, November 30, 2015

Diduga Ada Pihak SMA Merekayasa Rapor

SURABAYA - Pemerintah di­minta mengaji kembali peng­gunaan Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu kriteria pe­nilaian keberhasilan seorang siswa yang menempuh jalur undangan. Diduga banyak pi­hak Sekolah Menengah Atas (SMA) yang melakukan rekaya­sa nilai rapor untuk meloloskan siswanya masuk ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Na­sional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).


“Dalam forum rektor selu­ruh Indonesia di Jakarta ming­gu lalu terungkap, bagaimana perilaku teman-teman SMA (pengajar) dalam membuat rapor. Ada rektor di Palembang menemukan seorang siswa sampai punya tiga rapor (rapor kelas satu dan kelas duanya bersih-bersih (kosong), nanti baru diisi saat kelas tiga,” kata Rektor Universitas Airlangga Surabaya, M Nasih di Surabaya, Senin (23/11).

Nasih menegaskan, upaya rekayasa nilai itu tidak sehat ka­rena membuat persaingan ma­suk perguruan tinggi khusus­nya lewat jalur SNMPTN tidak adil. “Ini persaingan yang tidak fair, bagaimana kita bisa mem­bedakan nilai 9 sebuah seko­lah di Papua dengan Surabaya. Bahkan kajian terakhir menun­jukkan lebih banyak mahasiswa dari jalur reguler yang indeks prestasinya tinggi dibanding jalur undangan,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap, penyelenggaraan UN yang te­lah menyita waktu, tenaga, dan dana besar dipertimbangkan kembali sebagai syarat masuk perguruan tinggi.

Ia mengatakan, jika polanya seperti itu (rekayasa nilai rapor) maka sulit bagi kalangan pergu­ruan tinggi menggunaan rapor sebagai dasar penerimaan ma­hasiswa. “Perlu dikembangkan model rapor bukan satu-satu­nya sebagai syarat atau penen­tu masuk perguruan tinggi. Pak Menteri (Mendikti) sudah me­nyampaikan bahwa UN harus masuk sebagai pertimbangan. Hanya kapan masih perlu di­selaraskan,” ungkap Nasih.

Penurunan Anggaran

Terkait dengan turunnya anggaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) dalam RAPBN 2016, Nasih berpenda­pat bahwa hal tersebut akan berdampak luas, di antaranya pengurangan BOPTN (Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri), dan beasiswa dosen S2 dan S3.
Seperti diektahui bahwa dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Ne­gara (RAPBN) Tahun Ang­garan (TA) 2016, anggaran Kemenristekdikti mengalami penurunan sebesar 5,6 triliun rupiah bila dibandingkan de­ngan APBN Perubahan 2015 yang berjumlah 43,6 triliun ru­piah.
Dengan turunnya anngaran tersebut, kata dia, diperkirakan BOPTN yang akan disalurkan tinggal separuh dari 200 mi­liar rupiah seperti yang ada di APBN 2015.
“Tentu harus ada penghe­matan di sana-sini. Namun ini bisa menjadi kesempatan untuk menerapkan CBT- SB­MPTN (Computer Based Test - Seleksi Bersama Masuk Per­guruan Tinggi Negeri), karena lebih efisien. Tidak perlu pe­ngeluaran untuk mencetak soal, tenaga pengawaa sedikit, dan lainnya,” papar dia.

Sayangnya, kata dia, pem­berlakuan CBT- SBMPTN be­lum bisa diberlakukan waktu dekat karena masalah kesiapan perangkat keras di masing-ma­sing perguruan tinggi. 

Sumber berita : http://www.koran-jakarta.com/?39054-diduga%20ada%20pihak%20sma%20merekayasa%20rapor

Sumber gambar : http://iwanwahyu.mywapblog.com/disebuah-ruang-kelas-sma.xhtml