Adsense

Showing posts with label Berita SNMPTN 2016. Show all posts
Showing posts with label Berita SNMPTN 2016. Show all posts

Monday, December 14, 2015

Akan Dievaluasi Ulang, SNMPTN Ternyata Lebih Jelek dari SBMPTN

BANJARMASINPOST, AMBON - Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengkaji ulang proses penerimaan mahasiswa pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dinilai tidak lebih baik dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Setelah mendapatkan masukan dari para rektor, saya minta evaluasi SNMPTN yang selama ini dilakukan, dari hasil evaluasi tersebut akan kami kaji lebih dalam proporsi ke depannya seperti apa," kata Menristekdikti Muhammad Nasir di Ambon, Sabtu.
Menristekdikti yang ditemui usai menghadiri pertemuan tertutup Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengatakan, berdasarkan laporan kajian sementara SNMPTN dan SBMPTN, kualitas mahasiswa pada dua jalur rekruitmen tersebut sangat berbeda.
Kualitas dan prestasi akademik mahasiswa yang diterima melalui jalur tes SBMPTN jauh lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang berhasil kuliah melalui jalur SNMPTN.
Padahal proses penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN mengandalkan besaran prestasi akademik, kesenian dan olahraga yang dinilai dari buku laporan pendidikan (rapor) semasa duduk di bangku SMA.
"Saya melihat laporan sementara, SBMPTN dilihat dari prestasi akademik (mahasiswa) lebih baik dari SNMPTN, ini yang harus kami kaji, apakah karena pengukuran SNMPTN tidak jelas atau bagaimana," ucapnya.
Lebih lanjut Muhammad Nasir mengatakan hasil evaluasi proses SNMPTN akan menentukan alokasi penerimaan mahasiswa pada jalur tersebut, besar kemungkinan tidak lagi 50 persen dari total jumlah mahasiswa baru yang harus diterima oleh perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.
Terkait evaluasi, katanya lagi, ada pertimbangan lainnya, kemungkinan alokasi penerimaan mahasiswa pada jalur SNMPTN akan disamakan atau bahkan lebih sedikit dari SBMPTN yang hanya sebesar 30 persen dari total jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun.
"Jumlahnya berapa persen akan dipertimbangkan, apakah nanti 40:40 atau 60:20 masih akan dikaji," katanya.
Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/10/10/akan-dievaluasi-ulang-snmptn-ternyata-lebih-jelek-dari-sbmptn

Monday, December 7, 2015

Rendahnya IP Mahasiswa Jalur SNMPTN Disebut Indikasi Manipulasi Nilai Rapor

SURYA | SURABAYA - Indeks Prestasi (IP) mahasiswa yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan lebih rendah daripada IP mahasiswa dari jalur ujian tulis atau SBMPTN. Hal ini menjadi sorotan dalam pertemuan rektor se-Indonesia pekan lalu.
Menurut Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Moh Nasih MT Ak bisa jadi ada indikasi manipulasi nilai rapor yang dilakukan sekolah untuk ‘mengatrol’ nilai-nilai siswa agar lolos seleksi jalur undangan.
Sedangkan seleksi mahasiswa lewat jalur SBMPTN menunjukkan kemampuan mahasiswa sesungguhnya setelah melewati seleksi yang lebih ketat dan terstandar melalui tes tulis yang dilaksanakan secara serempak
“Dalam pertemuan itu, kami mengadakan analisis dan evaluasi secara nasional. Ada yang merasa seperti itu karena ada indikasinya. Kalau siswa mendapat nilai 7, ya, semestinya harus ditulis 7 dalam rapor. Bahkan di Palembang, ada yang menemukan seorang siswa memiliki tiga rapor. Jadi, rapornya itu gonta-ganti dari kelas satu sampai tiga,” tutur Prof Nasih.
Selain itu, kata Prof. Nasih, adanya disparitas pendidikan antar-daerah membuat perguruan tinggi tak bisa menjadikan nilai rapor sebagai satu-satunya tolok ukur. Sebab, bisa jadi, sistem pembelajaran yang diterapkan tiap sekolah berbeda.
Ia mencontohkan bahwa nilai 9 yang didapat oleh siswa SMA di Surabaya memiliki perbedaan kualitas dengan nilai 9 yang didapat oleh siswa SMA di Pacitan.
Untuk itu, dia menghendaki penerimaan mahasiswa baru jalur undangan memiliki variabel lainnya sebagai tolok ukur penilaian.
Di Unair, misalnya, selain penggunaan nilai rapor, juga menggunakan kiprah alumni sekolah asal yang diterima di Unair, dan prestasi akademik maupun non-akademik pendaftar sebagai pembobotan.
Selain itu agar pemerintah menetapkan ujian nasional sebagai salah satu pertimbangan penilaian masuk perguruan tinggi.
Guru Besar bidang Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menyayangkan apabila ujian nasional tidak dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi.
Sumber berita : http://surabaya.tribunnews.com/2015/11/24/rendahnya-ip-mahasiswa-jalur-snmptn-disebut-indikasi-manipulasi-nilai-rapor

Menristek Dikti: Penerimaan Mahasiswa Jalur SNMPTN Dikaji Ulang

Liputan6, Ambon - Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan mengkaji ulang proses penerimaan mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang dinilai tidak lebih baik dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).


"Setelah mendapatkan masukan dari para rektor, saya minta evaluasi SNMPTN. Dari hasil evaluasi tersebut akan kami kaji lebih dalam proporsi ke depannya seperti apa," kata Menristek Dikti Muhammad Nasir seperti dilansir Antara, Sabtu (10/10/2015).

Nasir yang ditemui usai menghadiri pertemuan tertutup Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengatakan, berdasarkan laporan kajian sementara SNMPTN dan SBMPTN, kualitas mahasiswa di 2 jalur rekruitmen tersebut sangat berbeda.

Nasir menjelaskan, kualitas dan prestasi akademik mahasiswa yang diterima melalui jalur tes SBMPTN jauh lebih baik, dibandingkan dengan mahasiswa yang berhasil kuliah melalui jalur SNMPTN.

Padahal, kata Nasir, proses penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN mengandalkan besaran prestasi akademik, kesenian, dan olahraga yang dinilai dari buku laporan pendidikan (rapor) semasa duduk di bangku SMA.

"Saya melihat laporan sementara, SBMPTN dilihat dari prestasi akademik (mahasiswa) lebih baik dari SNMPTN, ini yang harus kami kaji. Apakah karena pengukuran SNMPTN tidak jelas atau bagaimana," tanya dia.

Hasil evaluasi proses SNMPTN, kata Nasir, akan menentukan alokasi penerimaan mahasiswa di jalur tersebut, besar kemungkinan tidak lagi 50% dari total jumlah mahasiswa baru yang harus diterima perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.

Terkait evaluasi, menurut Nasir, ada pertimbangan lain yakni kemungkinan alokasi penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN akan disamakan atau bahkan lebih sedikit dari SBMPTN yang hanya 30% dari total jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun.

"Jumlahnya berapa persen akan dipertimbangkan, apakah nanti 40:40 atau 60:20 masih akan dikaji," pungkas Nasir. (Ant/Ron/Rmn)

Sumber berita : http://news.liputan6.com/read/2337618/menristek-dikti-penerimaan-mahasiswa-jalur-snmptn-dikaji-ulang

Monday, November 30, 2015

Lolos SNMPTN, Ini Hal Penting yang Wajib Diperhatikan

Liputan6, Jakarta - Ketua Umum Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 Rochmat Wahab mengatakan, ada 5 hal penting yang harus diperhatikan peserta yang lolos SNMPTN. Baik melalui jalur reguler maupun Bidikmisi.

Pertama, kata Rochmat, status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tujuan akan ditentukan berdasarkan verifikasi data akademik seperti rapor dan portofolio asli. Proses verifikasi data akan dilaksanakan oleh masing-masing PTN tempat peserta SNMPTN diterima.

Sementara untuk peserta SNMPTN yang melalui jalur Bidikmisi akan ditambah survei atau peninjauan tempat tinggal dan verifikasi data ekonomi.

"Jika tidak lolos verifikasi ekonomi, akan ada 2 kemungkinan," ujar Rochmat dalam keterangan resminya di Gedung D Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2015).

Pertama, kata dia, statusnya untuk diterima di PTN akan menjadi reguler. Artinya tidak mendapat beasiswa Bidikmisi. Kedua, jika terbukti memalsukan data, peserta bisa terancam dicoret dari PTN tujuan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peserta harus hadir pada saat registrasi ulang 9 Juni 2015 mendatang ke masing-masing PTN tujuan. Kehadiran ini juga menentukan proses verifikasi dan penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa PTN tujuan.

"Ini penting dilakukan. Karena jika peserta yang dinyatakan lolos itu tidak mendaftar ulang, secara otomatis dia telah menutup peluang orang lain. Itu kasihan, karena yang ingin masuk PTN itu banyak sekali," papar dia.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini juga menjelaskan, peserta SNMPTN secara otomatis ditetapkan sebagai mahasiswa di PTN tujuannya jika dinyatakan lolos verifikasi.

Dan yang terakhir, syarat, ketentuan, dan jadwal registrasi ulang bisa dilihat di laman resmi masing-masing PTN tujuan peserta.

Tahun 2015 ini, sebanyak 137.005 dari total 852.093 siswa yang mendaftar dinyatakan lolos SNMPTN. Dari jumlah tersebut yang lolos, 105.097 di antaranya melalui jalur reguler, dan 31.908 lainnya jalur beasiswa Bidikmisi.

Pengumuman kelulusan ini bisa dilihat di www.snmptn.ac.id sejak jam 17.00 WIB tadi. Selain itu juga bisa dilihat di halaman resmi UI, ITB, ITS, UNDIP, UNAIR, UGM, UNSRI, UNHAS, UNTAN, UNAND dan IPB.

sumber berita : 
http://news.liputan6.com/read/2229317/lolos-snmptn-ini-hal-penting-yang-wajib-diperhatikan

Sunday, November 22, 2015

Kemenristekdikti akan kaji ulang proses SNMPTN


Ambon (ANTARA News) - Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengkaji ulang proses penerimaan mahasiswa pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dinilai tidak lebih baik dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Setelah mendapatkan masukan dari para rektor, saya minta evaluasi SNMPTN yang selama ini dilakukan, dari hasil evaluasi tersebut akan kami kaji lebih dalam proporsi ke depannya seperti apa," kata Menristekdikti Muhammad Nasir di Ambon, Sabtu.

Menristekdikti yang ditemui usai menghadiri pertemuan tertutup Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengatakan, berdasarkan laporan kajian sementara SNMPTN dan SBMPTN, kualitas mahasiswa pada dua jalur rekruitmen tersebut sangat berbeda.

Kualitas dan prestasi akademik mahasiswa yang diterima melalui jalur tes SBMPTN jauh lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang berhasil kuliah melalui jalur SNMPTN.

Padahal proses penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN mengandalkan besaran prestasi akademik, kesenian dan olahraga yang dinilai dari buku laporan pendidikan (rapor) semasa duduk di bangku SMA.

"Saya melihat laporan sementara, SBMPTN dilihat dari prestasi akademik (mahasiswa) lebih baik dari SNMPTN, ini yang harus kami kaji, apakah karena pengukuran SNMPTN tidak jelas atau bagaimana," ucapnya.

Lebih lanjut Muhammad Nasir mengatakan hasil evaluasi proses SNMPTN akan menentukan alokasi penerimaan mahasiswa pada jalur tersebut, besar kemungkinan tidak lagi 50 persen dari total jumlah mahasiswa baru yang harus diterima oleh perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.

Terkait evaluasi, katanya lagi, ada pertimbangan lainnya, kemungkinan alokasi penerimaan mahasiswa pada jalur SNMPTN akan disamakan atau bahkan lebih sedikit dari SBMPTN yang hanya sebesar 30 persen dari total jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun.

"Jumlahnya berapa persen akan dipertimbangkan, apakah nanti 40:40 atau 60:20 masih akan dikaji," katanya.



Sumber : http://www.antaranews.com/berita/522845/kemenristekdikti-akan-kaji-ulang-proses-snmptn

Wednesday, July 22, 2015

Unpad Gratiskan Mahasiswa Kedokteran 2016, Siapa yang Bayar?

TEMPO Bandung - Biaya kuliah di Fakultas Kedokteran selama ini menjadi yang termahal ketimbang mahasiswa dari fakultas lainnya. Di Universitas Padjajaran (Unpad) misalnya, biaya kuliahnya Rp 13 juta per semester. Urutan kedua adalah Fakultas Farmasi dan Teknik, yakni Rp 10 juta.

Mahasiswa baru Unpad kini boleh bernafas lega setelah Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad berencana menggratiskan biaya kuliah mahasiswa Fakultas Kedokteran program sarjana pada 2016.


"Nantinya biaya kuliah ditanggung bersama berbagai pihak yang membutuhkan tenaga dokter, misalnya pemerintah daerah dan rumah sakit," ujar Tri, mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unpad.

Menurut Tri, penggratisan biaya kuliah mahasiswa kedokteran program S-1 tersebut telah dirancang sejak 2012. Selama ini, katanya, pihak rumah sakit terutama swasta, sangat diuntungkan.

Tanpa berkontribusi terhadap biaya kuliah mahasiswa kedokteran, mereka tinggal menarik para lulusan Fakultas Kedokteran. "Dengan berani bayar sedikit lebih mahal dibanding rumah sakit lain, mereka dapat tenaga dokter," ujarnya.

Kondisi itu yang ingin diubah dengan cara mengajak pemerintah daerah dan rumah sakit untuk berinvestasi menghasilkan tenaga dokter. Adapun mahasiswa kedokteran yang berminat kuliah gratis itu tetap harus lolos Seleksi Nasional atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN atau SBMPTN).

Nantinya, mahasiswa kedokteran harus tunduk pada persyaratan seperti penempatan kerja. "Semacam ikatan dinas, setelah lulus mereka langsung ditempatkan," ujar Tri.

Mereka telah membuat pemetaan dokter serta tenaga medis lain yang dibutuhkan di tiap daerah. Dari data itu, mahasiswa kedokteran akan ditempatkan sesuai kebutuhan dan populasi warga. Unpad hanya akan menerima calon mahasiswa kedokteran yang menyetujui syarat penempatan di daerah tersebut.

Tri mengatakan cara tersebut sebagai solusi kurangnya tenaga kesehatan dan tidak meratanya tenaga kesehatan di daerah. Selain Fakultas Kedokteran, kelak secara bertahap Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Ilmu Keperawatan juga diminta untuk menerapkan skema serupa. "Teknik Geologi juga, karena perlu banyak tenaga untuk mengelola sumber daya alam yang besar," kata dia.

Kuota mahasiswa baru program S-1 Fakultas Kedokteran Unpad sebanyak 250 orang. Sebanyak 54 peminat di antaranya merupakan kuota khusus untuk lulusan SMA sederajat di Jawa Barat.

ANWAR SISWADI

Friday, July 10, 2015

Suka Cita Mahasiswa Baru Hasil Seleksi SNMPTN 2015

BANDUNG, itb.ac.id - Barisan putih abu-abu tampak memadati Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB pada Selasa (09/06/15). Bersamaan dengan hari diadakannya ujian SBMPTN, siswa yang diterima di ITB melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) melakukan registrasi ulang. Pendaftaran ulang ini selanjutnya disusul dengan agenda pemotretan pas foto. 

Melangkahkan kaki keluar dari Sabuga, para mahasiswa baru disambut oleh kakak-kakak angkatan yang akan memandu mereka. Sambutan ini berasal dari fakultas, unit, almamater SMA, maupun paguyuban daerah yang ikut bersuka cita dengan kehadiran mahasiswa baru. Di sekeliling Sabuga pun berdiri stand-stand dari berbagai komunitas, baik itu profit maupun non profit. Stand profit menjual berbagai suvenir ITB dan keperluan mahasiswa baru, seperti jas lab dan buku-buku kuliah Tahap Persiapan Bersama (TPB). Stand non profit memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa baru, seperti jenis-jenis beasiswa yang ada di ITB, daerah kos di sekitar ITB, dan asrama ITB.

Mimpi dan Harapan Besar Mahasiswa Baru

Beberapa mahasiswa baru dengan senang hati menceritakan perasaannya ketika mengetahui dirinya diterima masuk ke ITB. "Luar biasa, nggak nyangka," tutur Rachmad Didik (FTMD 2015) yang berasal dari SMAN 1 Tuban. Adelina Kristin (SAPPK 2015) dan  Sri Mala (SBM 2015) mengaku sempat menangis terharu ketika pengumuman tiba. "Nggak nyangka. Waktu itu yang buka abang. Saya nggak lihat sendiri. Dan ketika diberitahu, saya langsung nangis," ujar Mala yang berasal dari SMA 2 Balige, Sumatera
Utara. Hal serupa juga disampaikan oleh teman satu daerahnya, Ayu Trinita (SF 2015). "Nggak nyangka bakal diterima, karena saya mengambil pilihan tunggal. Saya cuma pilih Sekolah Farmasi ITB, karena katanya Farmasi-nya terbaik se-Indonesia." Hal sebaliknya justru dirasakan oleh Wilona (FMIPA 2015). Sejak awal ia sudah merasa optimis dan mantap ketika mendaftar di ITB.

Ketika ditanya, para mahasiswa baru ini memiliki berbagai mimpi dan harapan besar yang ingin mereka wujudkan. ITB merupakan salah satu jalan untuk mencapai mimpi tersebut. "Sejak SMP saya ingin sekali masuk FTMD (red-Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara) karena terinspirasi oleh Pak Habibie. Harapannya, saya ingin membuat produk yang benar-benar asli buatan Indonesia," ujar Didik dengan mantap. Impian yang sama besarnya juga diungkapkan oleh Adelina. "Saya ingin mengubah kota menjadi lebih baik, selanjutnya level Provinsi, dan kalau bisa Negara Indonesia," ujar mahasiswi yang ingin mengambil jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ini.

Dalam kesempatan ini, Sri Mala menyampaikan kata-kata penyemangat untuk siswa-siswa SMA dari daerah yang merasa tidak percaya diri untuk mendaftar di ITB. "Tetap semangat. Jangan takut sama impian. Serahkan semua pada Tuhan. Kita yang merencanakan, dan Tuhan yang memutuskan," ujar Mala sambil tersenyum.