Adsense

Showing posts with label Berita SNMPTN 2014 Informasi Terbaru. Show all posts
Showing posts with label Berita SNMPTN 2014 Informasi Terbaru. Show all posts

Thursday, January 23, 2014

SNMPTN 2014, Siswa Mulai Ancang-ancang Pilih Prodi

SNMPTN 2014, Siswa Mulai Ancang-ancang Pilih Prodi - JAKARTA - Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai diisi sejak 6 Januari kemarin. Peluang seluruh siswa mendaftar ke perguruan tinggi negeri pun terbuka lebar.

Siswi SMA Negeri 7 Jakarta, Sulistiawati, mengaku senang dirinya dan teman-teman bisa mendaftar ke PTN melalui PDSS. Walaupun masa pendaftarannya terbilang lama, dirinya pun sudah mempunyai ancang-ancang atau persiapan memilih kampus dan program studi (prodi) yang menjadi pilihannya.


"Ketika pendaftaran SNMPTN 2014 dimulai, pilihan kampus pertama saya adalah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ)," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Siswi kelas XII IPA 1 itu melanjutkan, alasan memilih kampus di bilangan Depok itu karena kampusnya bagus dan mempunyai peluang kerja lebih besar jika kelak lulus nanti. "Kalau untuk UNJ sebagai cadangan kalau enggak diterima di UI. Memilih UNJ karena ada banyak kakak kelas di sana," ucapnya.

Siswi yang akrab disapa Sulis itu mengaku ingin kuliah di kampus negeri karena sistem pendidikannya jauh lebih bagus dibandingkan dengan swasta. Jikalau tidak lulus SNMPTN, dirinya pun akan mencoba peruntungan ikut SBMPTN 2014 dengan pilihan kampus dan prodi yang sama.

Sementara mengenai pemilihan prodi, dirinya memilih jurusan Fisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Sedangkan untuk kampus UNJ, dirinya masih bingung dalam memilih jurusan.

"Lebih suka saja sama fisika, rumusnya lebih simpel dan berlogika dibandingkan dengan Kimia," ungkapnya.

Siswi yang bercita-cita ingin menjadi dokter itu tidak ingin mengambil jurusan kedokteran karena kuliah kedokteran memakan waktu yang lama dibandingkan dengan prodi lainnya.

Oleh karena itu, dia pun optimistis dengan nilai rata-rata nilai rapor dari semester satu hingga lima yaitu 8,1 akan tembus di kampus pilihannya.

Sementara siswi SMA Negeri 7 Jakarta lainnya, Abiyu Febina juga memilih kampus di UNJ. Berbeda jurusan dengan Sulis, Abiyu lebih memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

"Memilih UNJ sebagai pilihannya karena lokasi lumayan lebih dekat dari rumah. Pilihan yang lain yaitu Universitas Andalas (Unand) Padang, karena ada saudara di sana," kata siswi kelas XII IPA 1 itu.

Siswi yang mengaku mendapatkan nilai rata-rata nilai rapor di bawah delapan itu memberikan alasannya kuliah di kampus negeri karena sistem pendidikannya dijamin bagus. (ade)

Wednesday, January 22, 2014

Ikut SNMPTN, Sekolah & Siswa Harus Cermat!

Solopos, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyediakan 50% kuota mahasiswa barunya untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2014 ini.
“Kami sediakan kuota mahasiswa baru lewat SNMPTN sebesar 50% dari daya tampung. Setidaknya, kami menerima 8.000 mahasiswa baru tahun ini,” kata Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi di Kota Semarang, Jumat (17/1/2014).



Ia menjelaskan Undip pada tahun ini akan menerima mahasiswa baru lewat tiga jalur, yakni SNMPTN, Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan terakhir ujian mandiri (UM) Undip. Untuk SBMPTN, kata dia, pihaknya menyediakan kuota 30%, sementara untuk jalur mandiri disediakan kuota 20%.
Menurut Sudharto, secara umum tidak ada yang berbeda antara SNMPTN tahun lalu dengan tahun ini, tetapi dalam beberapa aspek memang ada yang berbeda, terutama diperhitungkannya nilai ujian nasional (UN). “Kalau tahun lalu, hanya nilai rapor selama menempuh sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. Hasil UN hanya dilihat sebatas siswa lulus atau tidak, sementaranya nilai yang didapat tidak berpengaruh,” katanya.
Untuk SNMPTN tahun ini, kata dia, nilai murni UN yang didapatkan siswa akan diramu dengan nilai rapor semasa sekolah dari semester pertama, kemudian akan didapatkan hasil penghitungan kedua nilai tersebut. Ia mengatakan setiap perguruan tinggi akan menentukan standar minimal dari hasil olahan kedua nilai tersebut sebagai persyaratan masuk, tetapi sampai sekarang ini pihaknya belum memutuskan.
“Standar minimal dari hasil pengolahan kedua nilai itu memang wewenang masing-masing perguruan tinggi. Bisa jadi, setiap perguruan tinggi berbeda, tetapi untuk seluruh fakultas tetap sama,” katanya.
Demikian pula bobot dari masing-masing nilai, yakni UN dan rapor yang dipersyaratkan Undip untuk SNMPTN, lanjut dia, pihaknya sampai saat ini juga belum memutuskan bobot nilai masing-masing. “Integrasi UN dengan nilai rapor untuk SNMPTN ini sesuai dengan amanah perundang-undangan. Di samping UN berfungsi sebagai pemetaan, juga untuk penerimaan jenjang pendidikan berikutnya,” kata Sudharto.

Tuesday, January 21, 2014

300 Siswa SMA Harapan I Mendaftar di PDSS SNMPTN 2014

MEDAN (Berita): Sebanyak 300 orang siswa SMA Harapan I Medan mulai memasuki pendaftaran melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 secara online di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
“Karena sistem belum bisa diakses disebabkan jaringan maka hingga saat ini belum dapat didaftarkan dan harus dilakukan secara bertahap di PDSS tersebut,” kata Kepala SMA Harapan I Medan Drs Sofyan Alwi MHum didampingi Ketua Tim Bidang Kurikulum Drs Anwar kepada wartawan di ruang kerjanya Jl Imam Bonjol Medan, kemarin.
Sofyan mengatakan, berbagai persiapan terus dilakukan untuk meyakinkan siswanya bisa mengikuti jalur SNMPTN itu, seperti menekankan siswanya agar dalam pengisian PDSS tidak salah memilih jurusan dan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa yang bersangkutan.

Sejak dibuka pengisian PDSS, SMA Harapan I sudah membentuk tim yang dibekali dengan keahlian agar nilai siswa yang mengikuti jalur SNMPTN itu bersifat jujur, transparan dan objektif serta akuntabel.
“Tim ini harus melibatkan siswa yang dengan membacakan nilai rapornya sekaligus memantau nilai yang akan diisi di PDSS. Bagi SMA Harapan ini merupakan bukti kejujuran yang perlu ditanamkan kepada siswa dan hendaknya dapat diikuti sekolah lainnya,” jelasnya.
Dengan demikian, menurut Sofyan tidak akan ada komplain dari pihak orang tua bahwa nilai rapor yang akan diisi di PDSS tidak terdapat kotak-katik nilai. “Kita tidak akan mentolerir pihak manapun termasuk anak yayasan atau anak guru dalam pengisian nilai rapor, karena yang terpenting adalah nilai yang sebenarnya yang akan diisi dalam PDSS,” tambahnya.
Menurutnya, kebijakan ini telah dilakukan dua tahun terakhir ini dan terbukti hasil kelulusan siswa SMA Harapan I seperti tahun 2013 lalu, dari 281 siswa peserta Ujian Nasional (UN) yang lulus melalui jalur SNMPTN berjumlah 42 orang dan jalur SBMPTN berjumlah 123 orang siswa. Sehingga di tahun lalu, 70 persen siswa lulusan SMA Harapan diterima dan masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa dan Sumatera.
Ketika ditanya langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai prestasi siswa lulusan bisa diterima di PTN, Sofyan mengaku saat ini melakukan pembekalan materi bahan ajar guru yang harus disesuaikan standar dan mengembangkan sesuai UN dan SNMPTN.
Pembekalan itu, sebutnya, seperti melaksanakan tutorial, pengayaan (enrichment) kepada siswa setelah pulang sekolah diberikan penguatan akademik sebagai jam tambahan belajar. Kemudian melaksanakan tes uji kemampuan (TUK) untuk materi UN dan SNMPTN yang diadopsi sebagai bahan pengajaran, melakukan remedial bagi siswa yang belum mencukupi standar penilaian.
Bagi guru, kata Sofyan,  SMA Harapan menekankan agar para guru lebih jeli melakukan tes uji coba kepada siswanya. Sehingga peluang anak didik untuk memperoleh dan mencapai prestasi lulus di jalur SNMPTN bisa lebih besar. “Kejelian guru di sekolah sangat menentukan keberhasilan siswa dengan memanfaatkan peluang yang ada,” paparnya.
Sofyan mengatakan, sekolah siswa harus mampu bersaing dengan sekolah negeri di bidang keilmuan. “Buktinya, sekolah swasta lebih unggul dalam prestasi nilai UN dan masuk di jalur SNMPTN,” ujarnya.  Jadwal SNMPTN 2014 pengisian PDSS mulai  6 Januari sampai 6 Maret 2014 dan diisikan secara berkala tiap akhir semester. Sanksi bagi sekolah dan siswa yang melakukan kecurangan tidak diikutkansertakan dalam SNMPTN tahun berikutnya dan siswa yang melakukan kecurangan dibatalkan status kelulusan SNMPTN.(aje)

1.000 Sekolah Telah Mendaftar SNMPTN 2014

Metrotvnews, Jakarta: Sebanyak 1.000 sekolah telah mendaftar ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014.

Diharapkan seluruh sekolah yang belum mendaftar untuk segera melakukan pendaftaran ke PDSS sehingga pada saatnya mendekati masa akhir pendaftaran sistem internet tidak terganggu atau crowded.

"Ya data sementara yang masuk PDSS baru 1.000 sekolah atau 50 ribu siswa mendaftar SNMPTN tahun ini," ungkap Ketua Pokja Sekretariat SNMPTN 2014 Bambang Hermanto kepada Media Indonesia, Selasa (21/1).


Menurut Bambang, panitia SNMPTN memperkirakan pendaftaran tahun ini dapat mencapai 15 ribu sekolah.

Saat ditanya apakah ada kendala sejak dibukanya pendaftaran SNMPTN 2014 sehingga baru terdaftar 1.000 sekolah, Dosen Kewirausahaan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Jawa Barat itu menyatakan belum ada kendala yang berarti. "Kendala hampir tidak ada kecuali beberapa hal terkait Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan data siswa yang tidak akurat yang masuk PDSS,"ungkapnya.

Ia menjelaskan banyak pengaduan dari sekolah yang siswanya tidak memiliki atau salah mencantumkan NISN. "Nah untuk hal ini pihak sekolah mesti mengurusnya ke dinas pendidikan setempat dimana mereka berada," ujarnya.

Hal berikutnya,lanjut Bambang, banyak sekolah yang masa berlaku akreditasinya sudah kedaluwarsa. Dikatakan Panitia SNMPTN 2014 mendapat informasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) belum mengeluarkan keputusan status akreditasi sekolah terkait.

"Informasi yang kami terima dari BAN S/M belum terbit akreditasi sekolah dan belum mengeluarkn keputusannya padahal sudah cukup lama diajukan pihak sekolah. Dalam hal ini sistem PDSS mengakomodirnya dengan beberapa modifikasi sehingga sekolah tetap dapat mengisi PDSS," ungkap Bambang.

Sedangkan Ketua Panitia Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Mudjia Raharjo mengemukakan pekan lalu telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan mengumpulkan pimpinan PTAIN se Indonesia dalam rangka mempersiapkan seleksi masuk di lingkungan perguruan tinggi di Kemenag tersebut.

"Secara teknis persiapan pendaftaran melalui on line sudah siap 100% yang akan dimulai tanggal 18 Februari 2014," ungkap Mudjia yang juga Rektor UIN Malang Jawa Timur kepada Media Indonesia, Selasa (21/1).

Ia mengemukakan hasil rakor PTAIN menyepakati bahwa semua pimpinan PTAIN bertanggungjwb atas keberhasilan pelaksanaan seleksi PTAIN,. "Semua PTAIN wajib meningkatkan daya tampung untuk mendukung program pemerintah meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK)," ujarnya.

Pihaknya juga mengajak semua PTAIN bergandeng tangan dan saling membantu yakni PTAIN yang besar membantu PTAIN yang baru tumbuh.

Keberhasilan seleksi PTAIN hemat dia diukur dengan besarnya jumlah pendaftar, besarnya daftar ulang, kelancaran proses pendaftaran secara online tidak ada kecurangan dan kebersamaan semua Panitia dan semua PTAIN. "Juga dukungan total dari Kemenag melalui Ditjen Pendidikan Islam dan Direktorrat Pendidikan Tinggi Islam," tandasnya. (Syarief Oebaidillah)

Monday, November 18, 2013

SNMPTN 2014 dan cara pendaftaran SNMPTN Undangan 2014

SNMPTN 2014SNMPTN 2014 dan cara pendaftaran SNMPTN Undangan 2014 - HAL-HAL YANG DIJADIKAN PENILAIAN SNMPTN UNDANGAN ada beberapa hal yang dijadikan penilaian di SNMPTN Undangan.

Perlu dicatat bahwa: Penilaian adalah otoritas MASING-MASING KAMPUS dan penilaian secara rincinya tidak diumumkan. hanya garis-garis besarnya saja yang dipublish. berikut ini beberapa kriteria penilaian yang secara umum digunakan, jadi mungkin aja ga semuanya kriteria yang gue tulis ini diperhatikan, atau mungkin cuma beberapa aja.
1. Nilai Raport - secara keseluruhan Di SNMPTN undangan 2014, nilai raport yg di UN kan yang dijadikan acuan pemeringkatan. untuk bandingin si A dan B, maka secara umum, lihat nilai total .
2. Nilai per mata pelajaran - misalnya si A dan si B ambil biologi di kampus yg sama. secara peringkat si A kalah, tp nilai biologi si A lbh baik dari si B. maka si A tetep bs bersaing dgn B. Prefer yg mana? itu keputusan masing2 kampus.
3. Konsistensi - Kalo tahun lalu, konsistensi menjadi syarat. misal taun lalu, pd sekolah akreditasi A bisa ngirim 50% siswa terbaik dan harus konsisten. Konsisten disini adalah yg ga pernah keluar rank 50% selama semester 3-5. Jd tiap sekolah biasanya ga sampe ngirim 50%nya. itu aturan konsisten oleh panitia snmptn. Kalo konsisten ketika penilaian oleh kampusnya, itu beda2 dan g diketahui seberapa penting dan pengukurannya gimana. Menurut pengalaman, ada juga yang semester 5 nilainya jatuh, diterima di FH UI. Jadi ukuran konsistensi tergantung masing-masing kampus.
4. Prestasi di luar kelas - Kamu dapat melampirkan, maksimal 3, prestasi terbaikmu. Nanti piagam/sertifikat di scan trus upload ke panitia ketika daftar.
5. Akreditasi/Prestasi Sekolah - Prestasi sekolah di ajang kompetisi2 jg bisa menjadi pertimbangan. seperti sering menang olimpiade2 atau lomba2 lain. otomatis alumni sekolah tersebut juga akan terangkat namanya.

Sistem seleksi nasional adalah seleksi yang dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi negeri yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2014 merupakan satu-satunya pola seleksi nasional yang dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu.

KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN

SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya.
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak sekolah dan prestasi akademik siswanya.
Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.

TATA CARA MENGIKUTI SNMPTN

Pada dasarnya semua siswa kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2014 berhak mengikuti SNMPTN. Untuk mengikuti SNMPTN, harus melalui 2 (dua) tahap yaitu pengisian PDSS dan pendaftaran.
Pengisian PDSS

Apakah PDDS itu?? PDSS adalah Singkatan dari Pangkalan Data Sekolah Dan Siswa. Kepala Sekolah mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id.
Kepala Sekolah mendapatkan password setiap siswa yang akan digunakan untuk melakukan verifikasi.
Siswa melakukan verikasi data rekam jejak prestasi akademik yang diisikan oleh Kepala Sekolah dengan menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah.
Bagi siswa yang tidak melaksanakan verifikasi maka data rekam jejak prestasi akademik yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir.

Pendaftaran SNMPTN Undangan 2014

Siswa Pelamar, menggunakan NISN dan password, yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.
Siswa Pelamar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan. Siswa pelamar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang akan dipilih.
Kepala Sekolah harus memberi rekomendasi kepada siswa yang sudah mendaftar SNMPTN.
Pelamar program studi keolahragaan dan seni harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan yang diisi oleh Kepala Sekolah dan/atau siswa menggunakan pedoman yang dapat diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id.
Siswa pelamar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.
Ketentuan Khusus
Persyaratan Sekolah
Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah:
SMA/SMK/MA/MAK negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI di luar negeri.
Telah mengisi PDSS
Terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2014.
Persyaratan Siswa Pelamar
Pendaftaran
• Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2014.
• Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS.
• Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
• Memiliki prestasi akademik di sekolah pada semua semester.

Thursday, August 29, 2013

Webometrics = ITS Nomor 1 se Indonesia, Nomor 2 Asia

Juli 2013, Webometrics kembali meluncurkan daftar situs terpopuler baik dari skala nasional maupun global. Institutional repository  milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi situs terpopuler se-Indonesia, nomor  dua se Asia dan nomor  39 se dunia.

Wednesday, May 29, 2013

Sistem SNMPTN 2013 Bakal Kembali Diterapkan di SNMPTN 2014

SNMPTN 2014 -  okezone.com - JAKARTA - Sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 kemungkinan besar akan kembali diterapkan pada 2014. Sistem ini juga akan terus dikaji.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga Wakil Ketua Panitia SNMPTN 2013 Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A, seperti dikutip dalam laman ITB, Selasa (28/5/2013).

"Kami akan terus mengkaji sistem seperti apa yang akan diterapkan di tahun depan, tapi kemungkinan untuk menerapkan sistem seperti tahun ini sangat besar. Kami juga ingin sistem yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia," jelas Bambang.

Sekadar diketahui, pada 2013, jumlah pendaftar SNMPTN 2013 adalah 765.531 peserta, dan hanya 133.604 yang diterima menjadi calon mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.

Hal ini berarti hanya ada 17,45 persen siswa SMA yang mendaftarkan diri pada SNMPTN 2013 dan kemudian dinyatakan lulus pada SNMPTN 2013. Sedangkan untuk calon mahasiswa Bidik Misi jumlah pendaftar adalah 128.266 peserta dan hanya 23.942 yang dinyatakan lolos seleksi Bidik Misi. Artinya ada 18,67 persen calon pendaftar yang lulus seleksi bidik misi.

Sementara perbandingan siswa yang terseleksi pada 2012 dan 2013, panitia SNMPTN 2013 menyatakan bahwa pada 2012 hanya ada 50.401 siswa yang diterima, yang artinya terjadi peningkatan sebesar 150,19 persen dari jumlah siswa yang diterima di 2013.

Sedangkan jumlah siswa yang mendapatkan Bidik Misi pada 2012 berjumlah 23.942 yang artinya terjadi peningkatan sebesar 56,35 persen siswa yang mendapatkan bidikmisi tersebut. (ade)