Adsense

Monday, May 20, 2013

Sudah Ada Kandidat Siswa yang Lolos SNMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Umum Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, Rochmat Wahab, mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik. Pekan kemarin, proses seleksi untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan pertama telah selesai dan sudah ada daftar kandidat nama siswa yang berhak atas pilihan pertamanya.

"Setelah ini, akan dibagikan ke rektor universitas yang menjadi pilihan kedua. Karena masih ada waktu untuk itu," kata Rochmat saat menghadiri Rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (25/4/2013) malam.


Kandidat yang terpilih saat ini masih didasarkan pada seleksi nilai raport pada semester satu hingga semester lima. Sementara untuk semester akhir akan ditentukan melalui hasil UN. Dengan demikian, kandidat yang terpilih saat ini bisa saja tergeser posisinya apabila yang bersangkutan tidak lulus UN.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Panitia SNMPTN 2013, Akhmaloka, membenarkan hal tersebut. Masing-masing universitas telah menentukan kandidat mahasiswa baru dari anak-anak yang memilih universitas tersebut sebagai pilihan pertama. Namun status saat ini hanya sebatas kandidat, sehingga dapat berubah seketika melihat hasil UN.

"Namanya saja kandidat. Jadi bisa saja tidak diterima jika ternyata tidak lulus UN. Tapi ya kalau nilai semester satu sampai lima bagus, tidak mungkin rasanya tidak lulus UN," jelas Akhmaloka.

"Kalau ada ketakutan tidak lulus karena kendala teknis, sebaiknya tenang karena kami lakukan berbagai cara agar tidak ada yang dirugikan," tandasnya.

PTN tampaknya bekerja keras saat ini. Tidak hanya sekadar menyelesaikan pemeriksaan lembar jawab Ujian Nasional (UN), pihak PTN juga tengah sibuk menyeleksi anak-anak yang mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur SNMPTN.

Saturday, May 18, 2013

779 Ribu Peserta SNMPTN 2013 Perebutkan 130-150 Ribu Kursi PTN

Jakarta - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 sudah ditutup pada Jumat (8/3/2013) lalu. Ada 779 ribu lulusan SMA/SMK/MA yang sudah mendaftar. Mereka akan memperebutkan 130 ribu hingga 150 ribu kursi PTN.

"Yang mendaftar saat ditutup 779 ribuan. Namun sebagian kecil di antaranya ngisinya belum betul semuanya, kita perpanjang sampai hari ini untuk melengkapi formulir saja," jelas Ketua Panitia SNMPTN Prof Dr Akhmaloka ketika dihubungi detikcom, Senin (11/3/2013).

Dari jumlah pendaftaran peserta itu, mereka akan memperebutkan 130 ribu sampai 150 ribu kursi PTN se-Indonesia. Masing-masing peserta berhak memilih 2 PTN, yang salah satunya dari PTN provinsi asal. Nah masing-masing PTN, peserta bisa memilih 2 program studi.

"Jadi pilihannya bisa 4. Misalkan pilihan 1 di ITB, boleh saja memilih 2 program studi. Kemudian di Unpad, maksimum 2 program studi. Maksimum 2 PTN, nggak boleh lebih, salah satu (PTN) di provinsi asal," demikian jelas Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

SNMPTN tahun ini tidak memakai tes melainkan seleksi nilai rapor dari kelas X-XII SMA. Sistem nanti akan menyeleksi secara akademis hingga pengumuman akan dikeluarkan pada Mei 2013.

"Kan ada 2 PT. Seleksinya di PTN pilihan pertama di bulan Maret sampai April. Kemudian kalau ada siswa yang tidak diterima di pilihan pertama, akan dilihat di PTN pilihan kedua, itu butuh waktu sebulanan lagi," jelas Akhmaloka.

Selesai? Ternyata belum. PTN-PTN itu akan melihat dan melakukan uji silang dengan nilai Ujian Nasional (UN) yang pada saat pendaftaran belum keluar.

Kalau di PTN diterima namun tidak lulus UN? "Ya nggak lulus. Bulan Mei kita kroscek dengan UN-nya baru kita umumkan," jelas Akhmaloka.

Lengkapi Data

Akhmaloka juga mengingatkan bahwa ada 3 ribu sampai 4 ribu peserta SNMPTN yang masih belum lengkap mengisi formulir masih ditunggu hingga malam ini.

"Kami mengimbau kepada yang belum selesaikan (pengisian formulir), 3 ribu atau 4 ribuan, segera! Ditunggu sampai jam 22.00 WIB atau 24.00 WIT," imbaunya.

Pengumuman pada Mei 2013 bisa dilihat melalui situs www.snmptn.ac.id.

Friday, May 17, 2013

Sebanyak 71 Ribu Orang Daftar di UB Malang

TEMPO.CO, Malang-Universitas Brawijaya (UB) Malang diburu calon mahasiswa baru. Sebanyak 71 ribu lebih mendaftar diri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruaan Tinggi (SNMPTN). Sebanyak 38.329 siswa telah menjalani finalisasi, hingga tersaring sebanyak 19.832 orang.

"Seluruh nilai rapor mulai kelas 11 sampai 12 didata," kata Pembantu Rektor bidang Akademik, Bambang Suharto, Kamis, 16 Mei 2013. Panitia akan menyeleksi sekitar 7.700 yang diterima di UB. Penerimaan SNMPTN sebesar 50 persen dari 14 ribu pagu yang disediakan. Sisanya diisi dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.

Jurusan Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) paling diminati dengan pendaftaran calon mahasiswa mencapai 4.264 siswa. Sebelumnya, jurusan Pendidikan Kedokteran menjadi pilihan utama teratas di UB. Kini, Pendidikan Kedokteran menempati urutan keempat.

Meski minat Pendidikan Kedokteran menurun tapi kualitas tetap terjaga tak mengalami penurunan. Sedangkan jurusan Manajemen dan Akuntansi tetap menjadi jurusan dengan peminat tertinggi untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Disusul perpajakan, dan akuntansi. "Perpajakan sekarang banyak diminati."

Jalur SNMPTN, Ini Jurusan Terfavorit di Brawijaya

MALANG - Jurusan Teknik Informatika di Universitas Brawijaya (UB) Malang ternyata paling favorit dibandingkan jurusan lainnya. Jurusan ini paling diminati bagi calon mahasiswa yang bakal masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Menurut pembantu Rektor I Universitas Brawijaya Malang Bambang Suharto, calon mahasiswa yang ingin masuk jurusan teknik informatika sebanyak 4.264 calon mahasiswa.


Jurusan lainnya yang diminati calon mahasiswa adalah jurusan Gizi yang diminati 3.208 calon mahasiswa. Dan juga jurusan Kebidanan dengan jumlah peminat sebanyak 2.800 calon mahasiswa.

"Untuk jalur SNMPTN kuotanya sebanyak 7.700 mahasiswa," kata Bambang, Kamis (16/5/2013).

Selain jurusan di atas, para calon mahasiswa juga berminat di jurusan jurusan manajemen dengan jumlah peminat 4.086, perpajakan dengan jumlah peminat 2.824 calon mahasiswa, dan akuntansi yang diminati 2.668 calon mahasiswa.

Bambang mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang bakal masuk melalui jalur SNMPTN sekira 71 ribu calon mahasiswa. Karena kuota sudah berlebihan, maka pihak kampus sudah menutup pendaftaran. (ade)

Friday, May 10, 2013

Waduh, Tidak Lulus UN Berarti Gagal SNMPTN

SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ravik Karsidi mengungkapkan, peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 dinyatakan gugur jika tidak lulus Ujian Nasional (UN) 2013.           

“Meski dalam SNMPTN telah dinyatakan diterima, tetapi ternyata hasil UN tidak lulus, maka statusnya sebagai calon mahasiswa yang telah diterimanya dibatalkan,” kata Ravik saat bertemu Okezone, di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/5/2013).


Ravik menjelaskan, kelulusan UN menjadi harga mati dalam persyaratan penerimaan mahasiswa baru khususnya jalur SNMPTN di samping nilai rapor dan rekomendasi sekolah.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Panitia SNMPTN 2013 UNS Sutarno. Dia menyebut, penerimaan calon mahasiswa ditentukan oleh kelulusan UN dan nilai rapor. Hal itu sesuai Prosedur Operasi Baku (POB).

Layaknya perguruan tinggi negeri lain, dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, UNS membuka tiga jalur. Pertama jalur SNMPTN, Kedua Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT).

"Hingga penutupan pendaftaran SNMPTN 2013, ada sebanyak 85.144 peserta yang mendaftar UNS baik untuk pilihan satu maupun kedua," papar Sutarno.

Tahun ini UNS akan menerima sebanyak 5.400 calon mahasiswa untuk jenjang strata satu (S-1).  “Kuota 5.400 calon mahasiswa baru tersebut berasal dari tiga jalur yang dibuka UNS,” tutupnya. (mrg)

Saturday, May 4, 2013

Kekacauan UN, Peluang Terjadi Kecurangan

JAKARTA (Pos Kota)- Kekacauan penyelenggaraan ujian nasional (UN) SMA tahun 2013 membuka peluang terjadinya kecurangan baik di tingkat sekolah, dinas maupun tim penilai. Situasi tersebut dikhawatirkan mengurangi akurasi dan validitas nilai yang diperoleh siswa.
Karena itu menurut Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, sebaiknya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak menjadikan hasil UN sebagai dasar penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

“Kalau hasilnya saja diragukan akurasi dan validitasnya, bagaimana mungkin bisa dijadikan dasar untuk seleksi penerimaan calon mahasiswa,” kata Sulistiyo usai berdialog dengan Mendikbud muhammad Nuh, kemarin.
Menurutnya, ketidakserentakan UN yang menjadi pokok persoalan kekacauan penyelenggaran UN tahun ini telah menyebabkan UN semakin anjlok kredibilitasnya. Apapun hasil dari UN SMA 2013, tidak bisa sepenuhnya menjadi cermin keberhasilan proses pendidikan secara nasional.
Karena itu, kata Sulistiyo, selain perlunya dibatalkan UN sebagai dasar seleksi SNMPTN, pemerintah sudah saatnya meninjau ulang UN. “Perlu dirumuskan model evaluasi yang tepat, obyektif dan kredibel untuk menghasilkan standar kelulusan yang ditetapkan dengan tidak melanggar perundang-undangan yang berlaku,” lanjut Sulistiyo.
KEHADIRAN POLISI
Sepanjang UN berLangsung, diakui banyak keluhan dan masukan dari masyarakat yang masuk ke posko UN PGRI. Diantaranya soal keterlibatan polisi dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan dan pengawasan UN.
Pengawasan yang berlebihan di ruang ujian menurut Sulistiyo mengesankan bahwa sekolah seolah-olah sarang penyamun dan sumber tindak kriminalitas. Seolah UN menjadi ajang bagi siswa untuk berbuat curang dan kriminal.
Padahal semestinya, UN selain sebagai ajang ujian secara akademik, sekaligus menjadi ajang pembuktian adanya nilai-nilai etika, budi pekerti dan karakter siswa.
“Kalau ada siswa yang nyontek atau pakai joki, itu artinya sekolah gagal mendidik siswa, gagal menjadikan siswa sosok yang berkarakter baik,” kata Sulistiyo.
Kedepan, PGRI berharap agar pemerintah menunda UN sambil menyiapkan perangkat pendidikan yang lebih memadai. Termasuk pengadaan sarana prasarana pendidilkan dan pemerataan guru untuk semua daerah.”Kalau sarana prasarana sudah bagus, SDM merata, sistem berjalan baik, silakan UN diadakan,” pungas Sulistiyo.(Inung)

Thursday, May 2, 2013

Hasil SNMPTN Ditentukan Peringkat Akademis & Performance

BOGOR - Peringkat akademis dan performance dari masing-masing sekolah menjadi indikator lulus atau tidaknya peserta Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) melalui jalur undangan. Hal ini merupakan syarat bagi siswa yang ingin mengenakan almamater Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo, M.Agr menjelaskan, dalam menjaring calon mahasiswa baru berkualitas IPB menerapkan lima jalur.

"Secara umum di IPB yang SNMPTN jalur undangan itu 60 persen, kemudian SBMPTN 25 persen, sisanya 15 persen adalah melalui Ujian Talenta Mandiri (UTM), melalui Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dan Prestasi Internasional Nasional (PIN)," kata Bambang kepada Okezone pada sela-sela Reuni Akbar Konsolidasi Himpunan Alumni Fakultas kehutanan IPB (HAE IPB) di Saung Dolken Resort, Cimahpar, Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/4/2013).

"Jadi, tentu saja kami punya peringkat masing-masing sekolah atau peringkat akademis. Berikutnya juga adalah dari performance si anak yang bersangkutan. Selama tiap semester itu bagaimana performance dia. Berdasarkan itulah kemudian kami berkumpul memutuskan apakah calon itu bisa diterima atau tidak," paparnya.

Ada empat departemen dari Fakultas Kehutanan IPB yaitu Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Manajemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan, serta Silvikultur.

Selain itu, Bambang juga menyampaikan tentang kerjasama yang sudah ada diantara perguruan tinggi kehutanan di Indonesia, yaitu Forestika.

"Secara eksplisit saya juga mengharapkan, Himpunan-himpunan alumni dapat membentuk forum komunikasi antar alumni perguruan tinggi kehutanan, seperti yang sudah dilakukan oleh Forestika," imbuh alumnus angkatan 20 fakultas kehutanan itu.(fmh)